<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Ayam &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/ayam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 May 2020 07:31:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Ayam &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Tak Hanya Balita, Ayam Juga Perlu di Vaksin</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-25304/tak-hanya-balita-ayam-juga-perlu-di-vaksin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2020 01:58:31 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-25304/tak-hanya-balita-ayam-juga-perlu-di-vaksin</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Tidak hanya balita yang divaksin, ayam juga ternyata demikan, biasanya jenis ayam yang divaksin yakni jenis Petelur, Jantan dan juga Broiler.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tidak hanya balita yang divaksin, ayam juga ternyata demikan, biasanya jenis ayam yang divaksin yakni jenis Petelur, Jantan dan juga Broiler.</p>
<p>Vaksinasi pada hewan ternak memang berpengaruh, yakni agar hewan peliharaan seperti ayam tidak rentan terkena penyakit. Adapun pada ayam-ayam jenis pejantan, petelur juga broiler biasanya dilakukan vaksinasi berkisar umur 3 sampai 5 hari dari penetasan.</p>
<p>Tak cukup sekali vaksin namun bisa 3 kali pemvaksinan untuk ayam jenis ini. Ada yang disuntik dengan memasukan cairan vaksin yang berwarna seperti susu pada bagian leher, namun juga ada yang hanya tetes mata.</p>
<p>Selain itu, juga akan ada vaksin di usia 7 dan 10 hari, yakni dengan cara meminumkan cairan vaksin yang telah dicampur dengan beberapa liter air.</p>
<p>Vaksin berupa minuman ini juga perlu diperhatikan takaran airnya, sehingga vaksin yang diberikan untuk ayam habis merata. Pasalnya jika takaran air yang telah dicampurkan vaksin terlalu banyak, maka akan terbuang dan bisa tidak menimbulkan efek apa-apa untuk ayam.</p>
<p>Jangka waktu pemvaksinan ayam ini harus relatif singkat. Pasalnya vaksin jika melebihi jam yang dianjurkan, maka bisa menjadi racun yang justru menyebabkan ayam menjadi stress Bahkan mati.</p>
<h2>Cara Unik Suntikan Vaksin Ayam Ribuan dengan Cepat</h2>
<p>Di beberapa perusahaan Poultry Shop seperti di Ciamis dan Tasikmalaya Jawa Barat (jabar), seorang tukang vaksin menyuntikan ribuan ayam dengan cepat.</p>
<p>Bahkan 5.000 ayam bisa dalam kurun waktu 2 jam, adapun biasanya mereka menyuntikan vaksin ke ayam dengan jumlah 2 orang. Satu orang bertugas memberikan vaksin tetes mata atau hidung dan satunya lagi menyuntikan cairan ke ayam-ayam yang masih kecil-kecil.</p>
<p>Cara menyuntikan vaksin pada ayam &#8211; ayam yang baru beberapa hari turun dari Boks itu terbilang cukup sulit dan perlu extra hati-hati. Pasalnya mereka menyuntikan vaksin tersebut tepat di dekat leher, namun dalam kulit dan luar daging.</p>
<p>Meski terbilang sulit, Mereka menyuntikan ribuan ayam dengan cepat dan yang mereka harapkan tidak ada yang mati. Sebab jika ayamnya ada yang mati, maka dia akan dikenakan ganti rugi yang nantinya akan dipotong dari gajih mereka.</p>
<h2>Tukang Vaksin Ayam Terbiasa Memvaksin sesuai Target</h2>
<p>Salah satu tukang vaksin atau vaksinator ayam pernah mengatakan, bahwa dalam satu hari ia terbiasa menyuntikan ayam. Yakni di atas 5.000 ekor ayam kecil Bahkan sampai hitungan belasan ribu.</p>
<p>&#8220;Tergantung berapa target dari perusahaan dalam satu hari untuk memvaksin ayam. Kalau jarak dari kandang ke kandang peternak lainnya berjauhan maka bisa targetnya tertunda. Namun biasanya pasti tertarget karena perusahaan tahu jarak dan target yang harus diperoleh.&#8221; Terang salah seorang vaksinator asal Ciamis.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan Bahkan pernah menyuntikan ayam yang dimiliki 1 orang dengan jumlah 10.000 ekor ayam di pangandaran. &#8220;Di Cigugur Ciguha Pangandaran malah kami menyuntikan ayam dalam 1 kandang hingga puluhan ribu.&#8221; Katanya.</p>
<p>Menurutnya meski jumlahnya puluhan ribu, namun kandang itu satu tempat sehingga tidak memakan waktu perjalanan lagi. Tapi hanya waktu yang ditempuhnya saja dari Ciamis ke Pangandaran yang butuh waktu.</p>
<p>&#8220;Kalau satu kandang atau dua kandang berdampingan meski jumlahnya puluhan ribu, ini malah kami senang. Soalnya tidak perlu menempuh perjalanan ke peternak lainnya, belum lagi mempersiapkan membuat sekat.&#8221; Katanya.</p>
<p>Para tukang vaksin itu mengatakan, bahwa setiap harinya kalau ia memvaksin, memang selalu ada yang mati karena terkena suntikan, namun jumlahnya tidak sampai 5 ekor. Ia mengungkapkan kematian ayam itu karena salah suntik, bisa karena melewati daging dan juga terkena leher atau tulang.</p>
<p>&#8220;Setiap kita vaksin selalu ada yang mati, namun jumlahnya tidak melebihi 5 ekor. Matinya karena salah suntik, terlalu ke dalam karena yang disuntikan itu adalah di luar daging dalam kulit.&#8221; Jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Tasim, Peternak Ayam Mitra di Wanareja Bagikan Ayam Kecil</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-25086/kisah-tasim-peternak-ayam-mitra-di-wanareja-bagikan-ayam-kecil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2020 14:26:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanareja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-25086/kisah-tasim-peternak-ayam-mitra-di-wanareja-bagikan-ayam-kecil</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Tasim Wahyudi, seorang peternak ayam pola kemitraan di kecamatan Wanareja bagikan ayam kepada warga sekitar. Bahkan ada yang dijual dengan harga murah. Hal itu ia lakukan lantaran pakan (pur) ayam dari poultry shop (PS) yang ia ikuti tak mengirimkan pakan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tasim Wahyudi, seorang peternak ayam pola kemitraan di kecamatan Wanareja bagikan ayam kepada warga sekitar. Bahkan ada yang dijual dengan harga murah. Hal itu ia lakukan lantaran pakan (pur) ayam dari poultry shop (PS) yang ia ikuti tak mengirimkan pakan.</p>
<p>PS ayam yang dia ikuti itu rupanya memberhentikan pengiriman pakan kepada para peternak yang telah menjalin Kerja sama. Hal itu disebabkan karena warung &#8211; warung dan sejumlah restaurant tutup karena sepi.</p>
<p>Diketahui, biasanya ayam jenis pedaging baik Broiler maupun Jantan kala masa panen, ayam itu diambil di kandang para peternak dengan dijual ke pusat kota seperti ibukota jakarta.</p>
<p>Namun juga ada yang dijual ke bandar-bandar guna dipasok dan dijual kembali ke rumah &#8211; rumah makan maupun restaurant.</p>
<p>Mengingat restaurant serta rumah makan sepi, pada akhirnya penjualan ayam skala besar yang dalam hal ini berat total sampai dengan hitungan ton pun sulit.</p>
<p>Dampaknya PS yang merupakan perusahaan ayam pun berhenti dalam operasional kebutuhan untuk ayam &#8211; ayam yang telah ditaruh di kandang para peternak.</p>
<p>Imbasnya peternak ayam pun kebingungan atas pemberhentian operasional pakan ayam itu, seperti salah satunya yakni Tasim Wahyudi di Wanareja.</p>
<p>Tasim menerangkan, seperti yang dilansir dari laman Gatra.com. Berdasarkan keterangan dari PS yang ia ikuti yang disampaikan oleh TS (Technical Service) atau PL (Penyuluh Lapangan). Pemberhentian pengiriman pakan itu disebabkan oleh beberapa hal, yang di antaranya sulitnya menjual ayam karena restaurant dan rumah makan juga sepi karena Covid-19.</p>
<p>Pemerintah telah menetapkan aturan kepada masyarakat yang dalam hal ini adalah seperti menghindari tempat keramaian atau kerumunan. Hal ini mengingat virus SARS-CoV-2 dapat menular dari manusia ke manusia lainnya dengan cepat. Dan guna mengantisipasi hal itu, maka masyarakat diminta untuk menjaga jarak (Sosial Distancing).</p>
<p>Imbas dari hal di atas beberapa toko, tak terkecuali rumah makan dan restaurant pun sepi Bahkan ada yang tutup dan suplai seperti daging ayam pun imbasnya menurun.</p>
<h2>Pakan Ayam Berhenti Beroperasi, Peternak ayam Bagikan Ayam</h2>
<p>Wahyudi menceritakan kisahnya, bahwa dampak dari hal di atas itu, lantas PS yang ia ikuti itu menyerahkan ayam &#8211; ayam itu kepada peternak.</p>
<p>Para peternak lantas kebingungan, pasalnya ayam yang mereka rumat (pelihara) bukannya satu dua ekor melainkan ribuan jumlahnya.</p>
<p>&#8220;Mau dilanjutkan agar ayam bisa berkembang normal, namun kendalanya pada modal. Maka solusinya agar ayam &#8211; ayam tidak mati kelaparan, ayam ada yang dibagikan kepada warga daripada mati.&#8221; Katanya.</p>
<p>Bahkan Wahyudi menceritakan terkait peternak lainnya yang juga mengalami hal serupa yakni pemberhentian operasional pakan, mereka menjualnya dengan harga murah. &#8220;Peternak lainnya Bahkan ada yang membagikannya secara gratis kepada warga dan ada juga yang dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga DOC (Day Old Chicken).&#8221; Ungkapnya.</p>
<p>Adapun terang wahyudi, ayam yang ia rumat itu masih muda dengan jangka waktu panen yang masih lama, ia merumat ayam jenis Penjantan. &#8220;Ayamnya masih berumur 20 hari sedangkan ayam ini masa panennya masih lama, karena Pejantan bukan BR (Broiler).&#8221; Kata wahyudi.</p>
<p>Diketahui massa panen ayam pejantan ialah berumur 47&#8217;an hari, dan ayam jenis ini memang tidak rentan penyakit dibanding BR (Broiler). Namun demikian jangka waktu pemanenan ayam broiler terbilang lebih cepat.</p>
<p>Dalam hal perbandingan Bobot ayam pejantan dan Broiler tentu saja Broiler lebih unggul. Broiler 27 hari bisa mencapai 1 hingga 1,2 kilogram sedangkan Jantan 47 hari berkisar 1 kilogram.</p>
<p>Namun harga jual ayam pejantan relatif lebih mahal dibanding ayam broiler, pasalnya berdasarkan analisis, ayam penjantan rasanya mirip dengan ayam kampung. Sedangkan restaurant biasanya mencari ayam pejantan guna menggantikan ayam kampung karena daginya hampir sama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
