<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Berita Islam &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/berita-islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Apr 2021 18:56:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Berita Islam &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Khazanah: Keutamaan Bulan Ramadhan</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-38117/khazanah-keutamaan-bulan-ramadhan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2021 18:56:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-38117/khazanah-keutamaan-bulan-ramadhan</guid>

					<description><![CDATA[Bagi mereka yang berpuasa di bulan Ramadan, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi mereka yang berpuasa di bulan Ramadan, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.</p>
<p>Suatu hari Rasulullah SAW ditanya tentang keutamaan bulan Ramadan. Dengan senang hati beliau menerangkan kepada para sahabat yang berkumpul di rumahnya. Inilah cerita Rasulullah SAW,&#8221;Sesungguhnya surga itu wangi, dan selalu dihiasi dari tahun ke tahun. Bila malam pertama bulan Ramadan datang, bertiuplah angin Al-Muthsirah dari surga Arsy. Embusan angin itu membuat daun-daun di pepohonan surga saling bergesekan dan menimbulkan dengungan sangat indah yang belum pernah didengar manusia. Kemudian muncul para bidadari di halaman surga dan memanggil-manggil: Adakah orang yang memohon kepada Allah, agar dia menikahkan daku dengannya?&#8221;</p>
<p>Lalu para bidadari itu bertanya kepada Malaikat Ridwan penjaga surga, &#8220;Malam apakah ini?&#8221; Jawab Malaikat Ridwan, &#8220;Ini adalah malam pertama bulan Ramadan.&#8221; </p>
<p>Setelah itu pintu-pintu surga dibuka untuk umat Muhammad yang berpuasa. Allah SWT lalu memerintahkan Malaikat Ridwan membuka pintu surga dan Malaikat Malik menutup pintu neraka. Sedang Malaikat Jibril diperintahkan turun ke bumi, &#8220;Rantailah setan-setan, belenggulah mereka.Lemparkan mereka ke lautan agar tidak mengganggu puasa umat Muhammad, kekasihku.&#8221; </p>
<p>Rasulullah SAW lalu mengingatkan kepada para sahabat bahwa, pada setiap malam Ramadan, Allah SWT selalu mengerahkan malaikat untuk mencatat amalan manusia yang berpuasa, sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadis qudsi, &#8220;Aku akan penuhi permohonan mereka yang memohon; Aku akan terima tobat mereka yang bertobat; Aku akan mengampuni mereka yang mohon ampun. Dan siapa yang memberi pinjaman kepada Zat yang Mahakaya, ia tidak akan kekurangan, karena Zat yang memenuhi janji tanpa menganiaya.&#8221;</p>
<p>Para sahabat tertegun mendengar pernyataan Rasulullah SAW itu. Lalu beliau melanjutkan, &#8220;Ketika berbuka puasa, Allah SWT membebaskan sejuta roh, dan hal itu berlangsung hingga akhir Ramadan.&#8221; Dan bila tiba malam Lailatulkadar, Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril turun ke bumi bersama serombongan malaikat. Mereka membawa bendera hijau dan menancapkannya di puncak Ka&#8217;bah.</p>
<p>Malaikat Jibril memiliki 100 sayap, dua sayap di antaranya tak pernah dibentangkan kecuali hanya pada malam Lailatulkadar. Jika kedua sayapnya dibentangkan, luasnya meliputi Timur dan Barat. Kemudian ia menyerukan kepada para malaikat agar memberi salam kepada orang-orang yang beribadah dan berzikir. Para melaikat menjabat tangan dan mengamini doa mereka sampai terbit fajar. Ketika fajar terbit, Jibril menyeru para malaikat, &#8220;Wahai para malaikat, berpencarlah!&#8221;</p>
<p>Para malaikat bertanya,&#8221;Wahai Jibril, apa yang akan Allah perbuat? Apakah sehubungan dengan hajat orang-orang mukmin dari umat Muhammad SAW?&#8221;</p>
<p>Jibril menjawab, &#8220;Allah memandang mereka pada malam itu, dan memaafkan mereka, kecuali empat golongan.&#8221;</p>
<p><strong>Penerimaan Hadiah</strong></p>
<p>&#8220;Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?&#8221; tanya para sahabat.</p>
<p>Beliau menjawab, &#8220;Mereka adalah orang yang meminum arak, yang durhaka kepada orang tua, yang memutus tali silaturahmi, dan yang memusuhi sesama manusia.&#8221; </p>
<p>Tapi para sahabat belum puas, kemudian kembali bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, siapakah yang memusuhi sesama manusia?&#8221; Jawab Rasul, &#8220;Mereka adalah orang yang membenci dan memutuskan silaturahmi.&#8221;</p>
<p>Setelah itu beliau menggambarkan kondisi malam Hari Raya Idulfitri. &#8220;Malam itu disebut malam Jai&#8217;zah (malam penerimaan hadiah). Ketika tiba hari raya esok harinya, Allah mengutus para malaikat ke setiap negeri di bumi. Mereka memenuhi jalan-jalan dan menyeru dengan suara yang terdengar oleh semua makhluk, kecuali jin dan manusia.&#8221;</p>
<p>Para malaikat berseru, &#8220;Wahai umat Muhammad! Keluarlah menuju Allah, yang Mahamulia, yang akan mengaruniakan hadiah dan menghapuskan dosa-dosa besar.&#8221; Dan apabila mereka datang ke musala, Allah SWT berfirman kepada para malaikat, &#8220;Apakah balasan bagi seorang pekerja apabila ia telah menyelesaikan pekerjaannya?&#8221; Jawab para malaikat, &#8220;Wahai Rabb kami, balasan mereka adalah upah mereka sepenuhnya.&#8221;</p>
<p>Menurut Rasulullah SAW, gambaran tentang semua itu sesuai dengan firman Allah (dalam hadis qudsi), &#8220;Sesunguhnya Aku menjadikan kalian saksi, wahai para malaikat-Ku, bahwa sesungguhnya Aku telah memberikan rida dan ampunan-Ku sebagai balasan karena puasa dan Tarawih mereka di bulan Ramadan.&#8221;</p>
<p>Allah SWT berseru, &#8220;Wahai hamba-hamba-Ku, mohonlah kepada-Ku. Maka demi kemuliaan-Ku dan kebesaran-Ku, tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Ku di pertemuan ini untuk akhiratmu kecuali Aku akan memberimu. Tidak juga untuk keperluan duniamu, kecuali Aku akan memandang kemaslahatanmu. Maka demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan tutupi kesalahan-kesalahanmu selama kalian takut kepada-Ku. Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku tidak akan menghinakan kalian dan tidak akan Aku perlihatkan aib-aibmu di depan orang-orang yang melanggar batas. Bertebaranlah kalian dengan membawa ampunan. Sungguh, kalian telah rida kepada-Ku dan Aku pun telah rida kepada kalian.&#8221; </p>
<p>Mendengar jawaban Allah SWT (dalam hadis qudsi tersebut), para malaikat pun bersuka cita. Lalu Rasulullah SAW melanjutkan, &#8220;Ini menandakan bahwa Allah SWT telah memberi karunia kepada umat Muhammad SAW saat mereka sedang merayakan Idulfitri. Itu sebabnya, para malaikat bersuka cita karena ingin seperti mereka. Wajarlah para malaikat senantiasa bermohon kepada Allah SWT agar bisa dijadikan seperti umat Muhammad SAW. Ini tercermin dalam munajat para malaikat, &#8220;Ya Allah, jadikanlah kami seperti umat Muhammad SAW.&#8221; (HR Ibnu Hibban).</p>
<p>Luar biasa! Para malaikat ingin seperti manusia yang mendapat prioritas utama untuk bisa meraih keutamaan bulan Ramadan. Maka selayaknyalah jika kita, manusia, bersungguh-sunguh beribadah di bulan Ramadan. Mari kita sambut bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan meraih keutamaan-keutamaannya. (Riwayat Bukhari dan Muslim). (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Trending Rabu Wekasan, Amalan dan Salat Lidaf&#8217;il Bala ini Penjelasannya</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-32647/trending-rabu-wekasan-amalan-dan-salat-lidafil-bala-ini-penjelasannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2020 19:42:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Rabu Wekasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-32647/trending-rabu-wekasan-amalan-dan-salat-lidafil-bala-ini-penjelasannya</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Rebo atau Rabu Wekasan merujuk pada Bulan Hijriyah, yakni hari terakhir di bulan Shafar. Dimana pada bulan ini, banyak orang melaksanakan amalan yang baik agar terhindar dari musibah ataupun cobaan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Rebo atau Rabu Wekasan merujuk pada Bulan Hijriyah, yakni hari terakhir di bulan Shafar. Dimana pada bulan ini, banyak orang melaksanakan amalan yang baik agar terhindar dari musibah ataupun cobaan.</p>
<p>Banyak orang yang meyakini, bahwa sebagai tolak bala, amalan-amalan yang baik pada bulan ini dapat menghindari tolak bala dan adapun salah satu amalan yang kerap dilakukan oleh umat muslim si indonesia yakni Salat Lidaf&#8217;il Bala.</p>
<p>Salat Lidaf&#8217;il Bala bisa juga dilaksanakan secara bersama dengan masyarakat seperti yang terdapat di kampung-kampung, dimana warga masyarakat di sebuah dusun misalnya, mengadakan kegiatan salat ini yang dipimpin oleh seorang Kiai dan juga dilakukan dzikrullah, puji-pujian (sholawat) kepada baginda Nabi Muhammad Saw dan ditutup dengan do&#8217;a.</p>
<p>Terkait pro kontra Rebo Wekasan, dan dalil mengenai amalan-amalannya tentu saja selalu ada. Dilansir <strong>NU Online</strong>, sebagaimana yang ditulis Oleh Ustadz Ma&#8217;ruf Khozin.</p>
<p>Di kalangan umat Islam, khususnya jamaah Ormas NU, hari rabu terakhir di bulan Shafar dalam kalender Hijriyah disebut Rabu Wekasan (Rabu terakhir) dan mereka memiliki tradisi mengadakan shalat tolak bala.</p>
<p>Dan tahun ini, hari tersebut bertepatan dengan tanggal 14 Oktober 2020. Sebagian masyarakat umum maupun sebagian kalangan pesantren mengadakan tradisi doa dan shalat tolak balak. Sebenarnya ada perbedaan pendapat terkait tradisi Rabu Wekasan ini.</p>
<p>Letak perbedaan pendapat hingga munculnya fatwa haram shalat Rabu Wekasan sebenarnya pada titik niat. Menurut kalangan fukaha, melakukan shalat pada hari Rabu tersebut dengan niat sebagai shalat Rabu Wekasan (Rabu akhir bulan Shafar) tergolong bidah yang haram.</p>
<p>Sedangkan kalangan tarekat/sufi yang mengamalkannya mendasarkan pada kasyaf sebagian ulama yang mengatakan adanya turun bala’/bencana pada hari tersebut. Namun bukan berarti NU melarang sama sekali pelaksanaan kegiatan tersebut.</p>
<p>Menengahi dua kalangan tersebut, kalangan fuqaha sendiri mengetengahkan solusinya! apabila shalatnya diniatkan sebagai shalat sunah muthlak atau sebagai shalat hajat, maka hal itu boleh saja. Lebih rincinya sebagai berikut:</p>
<p>Masalah Rabu Wekasan (Rabu terakhir di bulan Shafar) menjadi dinamika yang harmonis di kalangan para ulama kita, ada yang berkenan mengamalkan dan ada yang tidak berkenan. Namun tidak saling membidahkan, apalagi menyesatkan.</p>
<p>Pada umumnya, para ulama yang mengamalkan adalah para kiai yang mengamalkan tarekat. Sebab, kitab-kitab yang menjelaskan masalah ini kebanyakan terdapat dalam kitab yang berkaitan dengan tarekat.</p>
<p>Akan tetapi NU sebagai organisasi yang mewadahi tarekat, yang di badan otonom NU disebut dengan Jamiyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), maka selayaknya bagi Ormas terbesar ini turut serta dalam menjelaskan apa yang sebenarnya boleh diamalkan dan sejauh mana amalan yang tidak diperbolehkan.</p>
<p>Dan kita sudah tahu bahwa para kiai di tarekat, khususnya para mursyid, sangat memahami masalah ini. Intinya, ada dua hal yang harus dihindari, yaitu tathayyur (merasa sial) dan shalat Rabu Wekasan.</p>
<h2>Antara Tafaul dan Tathayyur</h2>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ الْفَأْلَ الْحَسَنَ ، وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةَ.</p>
<p>Artinya: Abu Hurairah berkata: Rasulullah senang dengan tafaul (mengharap baik) dan tidak suka dengan tathayyur (merasa sial). (HR Ahmad)</p>
<p>عن أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لاَ طِيَرَةَ ، وَخَيْرُهَا الْفَأْلُ » . قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ قَالَ « الْكَلِمَةُ الصَّالِحَةُ يَسْمَعُهَا أَحَدُكُمْ » رواه البخارى</p>
<p>Artinya: Dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: Tidak ada kesialan. Sebaik-baik merasa sial adalah tafa’ul&#8221; Sahabat bertanya: &#8220;Apa Tafaul?&#8221; Nabi menjawab: &#8220;Yaitu kalimat yang baik yang didengar oleh kalian. (HR al-Bukhari)</p>
<p>Oleh karenanya, banyak ulama kita bertafaul di bulan ini dengan menyebut ‘Shafar al-Khair’, atau bulan Shafar yang baik. Yaitu berharap kepada Allah turunnya kebaikan dan tidak ada petaka. Namun, sudah biasa bagi ulama salafi-wahabi yang selalu banyak tidak sependapat dengan ulama lain, tokoh mereka berkata:</p>
<p>شهر صفر الخير. فهذا من باب مداواة البدعة بالبدعة ، والجهل بالجهل . فهو ليس شهر خير ، ولا شر (مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين – (ج 2 / ص 90)</p>
<p>Artinya: Bulan Shafar yang baik. Ini tergolong mengobati bidah dengan bidah, mengobati bodoh dengan kebodohan. Shafar bukan bulan baik dan bukan bulan buruk. (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 2/90).</p>
<h2>Yakinkan kepada Allah</h2>
<p>Dalam rukun iman kita telah diajarkan bahwa baik dan buruk adalah takdir dari Allah. Demikian halnya dalam penjelasan Rasulullah SAW:</p>
<p>قَالَ « أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ » رواه البخارى</p>
<p>Artinya: Allah berfirman [dalam hadis Qudsi]: &#8220;Hamba-Ku ada yang iman dan kafir kepada Ku. Jika ia berkata: &#8220;Kami diberi hujan karena anugerah Allah dan rahmat Nya, maka ia iman pada Ku dan kafir dengan bintang.&#8221; Jika ia berkata: &#8220;diberi hujan karena bintang, maka ia kafir pada Ku dan iman dengan bintang. (HR al-Bukhari)</p>
<p>Dasar inilah yang dijadikan pedoman bagi para ulama, seperti yang disampaikan oleh ahli hadits Syekh Abdurrauf al-Munawi:</p>
<p>وَالْحَاصِلُ أَنَّ تَوَقِّيَ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ عَلَى جِهَةِ الطِّيَرَةِ وَطَنِّ اعْتِقَادِ الْمُنَجِّمِيْنَ حَرَامٌ شَدِيْدَ التَّحْرِيْمِ إِذِ الْأَيَّامُ كُلُّهَا للهِ تَعَالَى لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ بِذَاتِهَا وَبِدُوْنِ ذَلِكَ لَا ضَيْرَ وَلَا مَحْذُوْرَ فيض القدير – ج1 / ص62</p>
<p>Artinya: Kesimpulannya. Menghindar dari hari Rabu dengan cara merasa sial dan meyakini prediksi peramal adalah haram, sangat terlarang. Sebab semua hari milik Allah. Tidak ada hari yang bisa mendatangkan petaka atau manfaat karena faktor harinya. Kalau bukan karena di atas, maka tidak apa-apa dan tidak dilarang. (Faidl al-Qadir 1/62).</p>
<h2>Adakah Shalat Rabu Wekasan?</h2>
<p>Dengan tegas Hadlratusysyekh KH M Hasyim Asy’ari mengharamkan salat dengan niat Rabu Wekasan:</p>
<p>وَلاَ يَحِلُّ اْلإِفْتَاءُ مِنَ الْكُتُبِ الْغَرِيْبَةِ. وَقَدْ عَرَفْتَ اَنَّ نَقْلَ الْمُجَرَّبَاتِ الدَّيْرَبِيَّةِ وَحَاشِيَةِ السِّتِّيْنَ لاِسْتِحْبَابِ هَذِهِ الصَّلاَةِ الْمَذْكُوْرَةِ يُخَالِفُ كُتُبَ الْفُرُوْعِ اْلفِقْهِيَّةِ فَلاَ يَصِحُّ وَلاَ يَجُوْزُ اْلإِفْتَاءُ بِهَا</p>
<p>Artinya: Tidak boleh berfatwa dari kitab-kitab yang aneh. Anda telah mengetahui bahwa kutipan dari kitab Mujarrabat Dairabi dan Masail Sittin yang menganjurkan salat tersebut [Rebo Wekasan] bertentangan dengan kitab-kitab fikih, maka salatnya tidak sah, dan tidak boleh berfatwa dengannya. (Tanqih al-Fatwa al-Hamidiyah, NU Menjawab Problematika Umat, PWNU Jatim)</p>
<p>Namun, jika memang akan melakukan shalat, maka niatkanlah sebagai shalat hajat, seperti dalam hadits berikut:</p>
<p>عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى أَوْفَى الأَسْلَمِىِّ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « مَنْ كَانَتْ لَهُ حَاجَةٌ إِلَى اللَّهِ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِهِ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ أَسْأَلُكَ أَلاَّ تَدَعَ لِى ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِىَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا لِى ثُمَّ يَسْأَلُ اللَّهَ مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ مَا شَاءَ فَإِنَّهُ يُقَدَّرُ ».</p>
<p>Artinya: Hadis: &#8220;Barangsiapa punya hajat kepada Allah atau di antara makhluk Allah, maka wudlulah dan shalatlah 2 rakaat, lalu baca doa ….&#8221; (HR Ibnu Majah. Sebagian ulama menilai hadits ini dlaif, namun tetap boleh diamalkan) Maupun shalat sunah mutlak, dan salat tasbih, maka diperbolehkan. Setelah shalat kemudian dilanjutkan dengan berdoa.</p>
<h2>Mengamalkan Doa di Rabu Wekasan</h2>
<p>Jika berpegang kepada akidah dan syariah di atas maka mengamalkan doa di malam Rabu Wekasan diperbolehkan. Berikut penjelasan ulama ahli hadits Syekh Abdurrauf al-Munawi::</p>
<p>وَيَجُوْزُ كَوْنُ ذِكْرِ الْأَرْبِعَاءِ نَحْسٌ عَلَى طَرِيْقِ التَّخْوِيْفِ وَالتَّحْذِيْرِ أَيِ احْذَرُوْا ذَلِكَ الْيَوْمَ لِمَا نَزَلَ فِيْهِ مِنَ الْعَذَابِ وَكَانَ فِيْهِ مِنَ الْهَلَاكِ وَجَدِّدُوْا للهِ تَوْبَةً خَوْفًا أَنْ يَلْحَقَكُمْ فِيْهِ بُؤْسٌ كَمَا وَقَعَ لِمَنْ قَبْلَكُمْ. فيض القدير – ج 1 / ص 62</p>
<p>Artinya: Boleh menyebut Rabu sebagai ‘sial’ dengan cara untuk memberi peringatan. Yaitu hindari hari tersebut karena pernah turun adzab yang menyebabkan kebinasaan. Perbaharuilah taubat kepada Allah, agar tidak mengalami petaka seperti yang dialami kaum terdahulu. (Faidl al-Qadir 1/62).</p>
<p>Apa saja yang dapat diamalkan? Berikut penjelasannya:</p>
<p>قَالَ ابْنُ رَجَبَ : الْمَشْرُوْعُ عِنْدَ وُجُوْدِ الْأَسْبَابِ الْمَكْرُوْهَةِ الْاِشْتِغَالُ بِمَا يُرْجَى بِهِ دَفْعُ الْعَذَابِ مِنْ أَعْمَالِ الطَّاعَةِ وَالدُّعَاءِ وَتَحْقِيْقِ التَّوَكُّلِ وَالثِّقَةِ بِاللهِ. فيض القدير – ج 6 / ص 562</p>
<p>Artinya: Ibnu Rajab berkata: yang disyariatkan jika ada hal yang tidak disuka, adalah dengan memperbanyak doa tolak bala’, yang terdiri dari perbuatan taat, doa, benar-benar pasrah dan percaya pada Allah. (Faidl al-Qadir 6/562).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Ilustrasi-Rebo-Wekasan.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi Rebo Wekasan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Ilustrasi-Rebo-Wekasan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi Rebo Wekasan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Gedung Zawiyah Thoriqoh Attijaniyah Syifaaul Qulub Majenang Diresmikan</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-28429/gedung-zawiyah-thoriqoh-attijaniyah-syifaaul-qulub-majenang-diresmikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2020 16:50:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Majenang]]></category>
		<category><![CDATA[Thoriqoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-28429/gedung-zawiyah-thoriqoh-attijaniyah-syifaaul-qulub-majenang-diresmikan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Gedung Zawiyah Thoriqoh Attijaniyah Syifaaul Qulub diresmikan di Majenang pada Minggu (28/6/2020) dengan dihadiri Syaikh Abuya Soleh Muhammad Basalamah Brebes.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Gedung Zawiyah Thoriqoh Attijaniyah Syifaaul Qulub diresmikan di Majenang pada Minggu (28/6/2020) dengan dihadiri Syaikh Abuya Soleh Muhammad Basalamah Brebes.</p>
<p>Dalam acara tersebut, juga dihadiri segenap kiai baik dari wilayah Cilacap maupun dari Jawa Barat. Antaranya Kiai Zein Cipari, KH Umar Husni, KH Oman Majalengka.</p>
<p>Serta dihadiri oleh KH Mashud Hasbulloh (ponpes Miftahul Anwar, cigaru wetan) Wakil Rois Syuriah PCNU kab cilacap, KH Mazin Al Hazr (ponpes Miftahul Huda, cigaru kulon) Khotib Syuriah MWCNU majenang, KH. Agus Salim (ponpes As Sa&#8217;idiyyah, babakan cibeunying) Muhtasyar PCNU kab cilacap, Muhamad Saekhudin (Imam masjid Baetul Mukminin Pahonjean Majenang).</p>
<p>Sebagaimana dikatakan Haji Awan Ukaya yang merupakan pengelola dan pimpinan De Nature Indonesia, bahwa Peresmian gedung yang digunakan sebagai majelis zikr tersebut sebetulnya telah rampung, namun saat itu tengah terjadi wabah pandemi Covid-19 tepatnya pada Februari 2020. Sehingga peresmian gedung tersebut harus mundur, dan seusai maklumat kapolri terkait dicabutnya larangan berkerumun, satu hari kemudian tepat pada 28 Juni 2020, Gedung Zawiyah Thoriqoh Attijaniyah baru diresmikan.</p>
<p>Adapun Awan Ukaya menyampaikan sebagaimana yang telah disampaikan oleh Abuya Soleh Muhammad Basalamah, bahwa tujuan dari thoriqoh sesungguhnya menjaga syari&#8217;at.</p>
<p>&#8220;Dengan ini dan dengan adanya gedung ini di Majenang dengan jamaahnya banyak dari kalangan anak-anak muda, maka akan menjaga amaliah ahlus sunnah wal jamaah, yang juga akan diteruskan pada anak cucu kelak.&#8221; Ucap Haji Awan Ukaya, sebagaimana yang dikatakan Syaikh Soleh Muhammad Basalamah.</p>
<p>Ia juga menyampaikan, bahwa gedung tersebut nantinya selain digunakan untuk Bai&#8217;at dan Zikr, rencananya akan dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan, keilmuan lainnya. &#8220;Semoga dengan adanya gedung ini bermanfaat dan dapat menyambung amaliyah ahlus sunnah wal jama&#8217;ah kepada anak cucu (generasi penerus). Sehingga akan mendatangkan maslahat.&#8221; Pungkasnya (*)</p>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Arab Saudi akan Gelar Ibadah Terbatas</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-28256/arab-saudi-akan-gelar-ibadah-terbatas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2020 15:47:44 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-28256/arab-saudi-akan-gelar-ibadah-terbatas</guid>

					<description><![CDATA[RIYADH,  aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk tetap menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. Namun jumlah jamaah akan dibatasi guna mencegah penyebaran mengungkapkan keputusan itu diambil guna memastikan pelaksanaan ibadah haji tetap aman. Ia pun akan memantau semua tindakan pencegahan dan penerapan protokol penjarakan sosial guna mencegah adanya penularan Covid-19 di kalangan jamaah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RIYADH, <a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk tetap menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. Namun jumlah jamaah akan dibatasi guna mencegah penyebaran mengungkapkan keputusan itu diambil guna memastikan pelaksanaan ibadah haji tetap aman. Ia pun akan memantau semua tindakan pencegahan dan penerapan protokol penjarakan sosial guna mencegah adanya penularan Covid-19 di kalangan jamaah.</p>
<p>Pada bulan Februari akhir lalu, bahwa Arab Saudi memutuskan menangguhkan sementara kedatangan umat Muslim dari berbagai negara yang ingin melaksanakan umrah. Penangguhan tersebut diberlakukan untuk warga Saudi 4 Maret 2020.</p>
<p>Kemudian pada pertengahan Maret, Saudi mulai menangguhkan salat berjamaah di masjid. Semua hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.</p>
<p>Namun, Saudi juga telah memutuskan untuk mencabut pembatasan sosial di seluruh wilayah negaranya pada Ahad (21/6) kemarin. Itu menjadi upaya Riyadh untuk kembali menjalani aktivitas normal di tengah pandemi Covid-19.</p>
<p>Dalam pengumuman yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan semua kegiatan ekonomi dan komersial diizinkan beroperasi kembali. Selain daripada itu penerapan protokol kesehatan juga tetap harus dipatuhi.</p>
<p>Setiap warga yang ke luar rumah atau berada di tempat umum diwajibkan mengenakan masker. Pertemuan lebih dari 50 orang dilarang keras. Mereka yang mengabaikan peraturan tersebut akan disanksi.</p>
<p>Masjid-masjid di Makkah pun bersiap menggelar kembali salat berjamaah setelah ditangguhkan selama tiga bulan terakhir. Namun Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan semua perjalanan internasional akan tetap ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Perbatasan darat serta laut pun tetap ditutup.</p>
<p>Sejauh ini Saudi memiliki 161 ribu kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 1.307 jiwa. Hampir enam bulan sejak kasus Covid-19 pertama ditemukan, hingga saat ini angka penularan Covid-19 masih terus meningkat.</p>
<p>Menurut <strong><i>worldometers</i></strong>.info, hingga 22 Juni 2020, sudah 9 juta warga dunia yang terinfeksi virus Corona. Jumlah mereka yang meninggal dunia mencapai 471.040 kasus, sedangkan yang berhasil sembuh mencapai 4.850.718 kasus.</p>
<p>Tingginya angka penularan dan belum ada vaksin maupun obat yang bisa digunakan untuk menangani virus ini berimbas pada banyak hal. Ibadah umroh dan haji yang merupakan ziarah terbesar umat Islam ikut terkena dampaknya. Februari 2020, pemerintah Arab Saudi membatalkan ziarah umroh dan menutup Kabah untuk sementara waktu. Hingga saat ini, penutupan tersebut belum dibuka secara penuh.</p>
<p>Dengan demikian, pemerintah Arab Saudi mengambil keputusan, akan membatalkan ibadah haji 1441 H/2020 M dalam jumlah sangat terbatas penyelenggarakannya. Indonesia sebagai negara penyumbang jemaah haji terbesar di dunia memutuskan membatalkan pemberangkatan jemaah haji untuk tahun ini.</p>
<p>Indonesia menjadi negara pertama yang membatalkan keberangkatan haji ke Mekah. Menteri Agama Fachrul Razi memutuskan membatalkan keberangkatan haji untuk ibadah tahun 1441 H atau 2020 M. Pemerintah Indonesia menimbang alasan kesehatan sebagai faktor utama pembatalan tersebut. Apalagi, Arab Saudi tak kunjung memberikan keputusan soal pengelolaan ibadah haji di era pandemi Covid-19 ini.</p>
<p>Indonesia adalah negara dengan jumlah jemaah haji terbanyak di dunia. Setiap tahun, kuota haji dari Indonesia mencapai 221.000 jiwa.(***) Aji Setiawan</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Tagar Indonesia Tanpa Pacaran Sedang Ramai di Twitter, Begini Hukumya</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-26362/tagar-indonesia-tanpa-pacaran-sedang-ramai-di-twitter-begini-hukumya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2020 12:07:23 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-26362/tagar-indonesia-tanpa-pacaran-sedang-ramai-di-twitter-begini-hukumya</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Tagar Indonesia Tanpa Pacaran sedang ramai di twitter, bolehkah pacaran dalam islam, begini hukumnya?.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tagar Indonesia Tanpa Pacaran sedang ramai di twitter, bolehkah pacaran dalam islam, begini hukumnya?.</p>
<p>Seorang wanita atau pria yang menuju baligh (dewasa) di dalam islam dan saling menyukai, dianjurkan untuk segera menikah.</p>
<p>Hal tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya pacaran dapat menimbulkan berbagai hal negatif. Adapun jika mereka belum mampu untuk menikah, maka dianjurkan untuk berpuasa. Puasa ini bertujuan untuk memerangi hawa nafsu.</p>
<p>Pacaran seperti diterangkan dalam hadits, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:</p>
<p>عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ، قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَقُولُ: «لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ، وَلَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَم</p>
<p>&#8220;Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhramnya.&#8221;(HR. Muslim)</p>
<p>Di dalam Al Qur&#8217;an juga terdapat mengenai hal ini, yakni pada surat al-Isra’ ayat 32, Bahwa Allah SWT Berfirman:</p>
<p>وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina! sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.&#8221;</p>
<p>Seorang muslim tidak dianjurkan berpacaran, namun dianjurkan untuk Berkhitbah yang dimulai dari pendekataan atau disebut dengan Ta&#8217;aruf sebelum melangsungkan pernikahan (walimah).</p>
<h2>Hadits Berkaitan Larangan Pacaran dan Anjuran Menikah</h2>
<p>Adapun hadits &#8211; hadits yang menjelaskan tentang khitbah ini seperti yang dirawayatkan dari Ibnu Mas&#8217;ud, bahwasanya Rasalullah bersanbada:</p>
<p>عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ * (رواه مسلم)</p>
<p>&#8220;Dari Ibnu Mas’ud ra berkata, Rasulullah saw mengatakan kepada kami: Hai sekalian pemuda, barang siapa di antara kamu yang telah sanggup melaksanakan akad nikah, hendaklah melaksanakannya. Maka sesungguhnya melakukan akad nikah itu (dapat) menjaga pandangan dan memelihara farj (kemaluan), dan barangsiapa yang belum sanggup hendaklah ia berpuasa (sunat), maka sesunguhnya puasa itu perisai baginya.&#8221; (muttafaq alaih).</p>
<p>Begitu juga sebaliknya, Rasulullah saw dengan gamblang mengancam siapapun yang tidak mengikuti sunnahnya (termasuk di dalamnya menikah) sebagai ke luar dari golongannya. Demikian ketegasan Rasulullah saw tercermin dalam haditsnya:</p>
<p>عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال: …لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي * (رواه البخاري)</p>
<p>&#8220;Dari Anas ra. Bahwasanya Nabi saw berkata: …tetapi aku, sesungguhnya aku salat, tidur, berbuka dan mengawini perempuan, maka barangsiapa yang benci sunnahku maka ia bukanlah dari golonganku.&#8221;</p>
<h2>Tentang Kedua Hadits di Atas</h2>
<p>Kedua hadits ini menjelaskan posisi pentingnya sebuah pernikahan bagi seorang. Sehingga Rasulullah sendiri membuat anjuran sekaligus ancaman. Oleh karena itulah pacaran dengan arti meminang atau melamar dalam upaya mencari kesepahaman demi menuju jenjang pernikahan dalam Islam dibolehkan.</p>
<p>Karena kesempatan seorang muslim memandang muka dan telapak tangan perempuan lain bukan muhrim hanya dalam momen khitbah, tidak pada saat yang lain. Demikian keterangan dalam At-Tahdzib fi Adillati Matnil Ghayah wat Taqrib</p>
<p>والرابع النظر لاجل النكاح فيجوز الى الوجه والكفين</p>
<p>Keempat (dari tujuh macam pandangan laki-laki terhadap wanita) melihat untuk maksud menikahi. Diperbolehkan memandang muka dan telapak tangannya.</p>
<p>Demikian Rasulullah saw juga mengajarkan perlunya perkenalan dan menganjurkannya walau dalam waktu yang singkat sebagaimana pengalaman Al-Mughirah bin Syu’bah ketika meminang seorang perempuan, maka Rasulullah berkomentar kepadanya:</p>
<p>انظر اليها فانه احرى ان يؤدم بينكما</p>
<p>Lihatlah dia (wanita itu), sesungguhnya melihat itu lebih pantas (dilakukan) untuk dijadikan lauknya cinta untuk kalian berdua.</p>
<p>Oleh karena itu, segala macam bentuk pacaran tidak dapat dibenarkan kecuali jika pacaran yang bermakna khitbah yang membolehkan seorang lelaki hanya memandang muka dan telapak tangan perempuan, tidak lebih. Artinya tidak melebihi dari muka dan telapak tangan, tidak melebihi saat khitbah, dan juga tidak melebihi dari memandang itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
