<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos BMKG &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/bmkg/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2020 23:15:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos BMKG &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Dingin dan Terdapat Embun Upas di Dieng, BMKG Banjarnegara Pantau Fenomena tersebut</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-29370/dingin-dan-terdapat-embun-upas-di-dieng-bmkg-banjarnegara-pantau-fenomena-tersebut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2020 06:41:46 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banjarnegara]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Dingin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-29370/dingin-dan-terdapat-embun-upas-di-dieng-bmkg-banjarnegara-pantau-fenomena-tersebut</guid>

					<description><![CDATA[BANJARNEGARA,  aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Jawa Tengah terus memantau fenomena embun upas atau embun beku yang muncul di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng guna memperoleh data pengamatan cuaca yang akurat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA, <a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Jawa Tengah terus memantau fenomena embun upas atau embun beku yang muncul di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng guna memperoleh data pengamatan cuaca yang akurat.</p>
<p>&#8220;Beberapa hari yang lalu muncul embun upas di Dieng sehingga kami terus memantaunya guna melakukan observasi dan penyebarluasan informasi kepada para pemangku kebijakan,&#8221; kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Rabu.</p>
<p>Dia menambahkan fenomena embun upas memiliki kemungkinan untuk kembali muncul mengingat puncak musim kemarau di wilayah ini diprakirakan berlangsung pada bulan Agustus.</p>
<p>&#8220;Saat musim kemarau, Dataran Tinggi Dieng memiliki kelembaban udara yang tinggi, berbeda dari daerah lainnya di Jawa Tengah,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan tingginya kelembaban udara tersebut akibat kompleksitas pegunungan dan tutupan lahan. &#8220;Pada saat inilah embun upas atau embun beku terbentuk,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan pola kelembaban udara harian di Dieng dapat menjadi jenuh atau terkondensasi menjelang pagi hari.</p>
<p>&#8220;Uap air di udara berubah menjadi titik-titik air, di saat yang bersamaan suhu udara harian juga menuju pada titik minimumnya mencapai nol derajat celcius atau Bahkan minus. Akibat suhu lingkungan yang sangat dingin, titik-titik air atau embun yang telah terbentuk tersebut kemudian berubah menjadi kristal es atau embun upas,&#8221; katanya.</p>
<p>Embun upas, tambah dia, akan bertahan ketika suhunya masih berada pada kisaran titik beku. &#8220;Seiring matahari mulai terbit, embun upas perlahan mencair dan sebagian menjadi uap air lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan dengan adanya data pengamatan cuaca yang akurat dan dengan peralatan yang terstandar di lokasi, pola pembentukan embun upas di Dataran Tinggi Dieng ini dapat diprakirakan dengan baik dan menjadi daya tarik wisatawan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kemarau Tahun ini Diprediksi hingga September</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-29325/kemarau-tahun-ini-diprediksi-hingga-september</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 05:02:41 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-29325/kemarau-tahun-ini-diprediksi-hingga-september</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Musim kemarau di wilayah Jawa Tengah bagian selatan khususnya Kabupaten Cilacap dan Banyumas diprakirakan akan berlangsung hingga September, kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Musim kemarau di wilayah Jawa Tengah bagian selatan khususnya Kabupaten Cilacap dan Banyumas diprakirakan akan berlangsung hingga September, kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.</p>
<p>&#8220;Saat ini wilayah Cilacap dan Banyumas sudah memasuki musim kemarau. Tanda-tandanya bisa diamati oleh orang awam, antara lain angin sudah dominan bertiup dari arah timuran, hujan sudah mulai jarang, suhu udara pada malam dan pagi hari sudah terasa dingin, sudah muncul kabut di pagi hari, serta cuaca cenderung cerah dan menyengat karena sinar matahari langsung menyinari bumi tanpa terhalang awan,&#8221; kata Teguh di Cilacap, Rabu.</p>
<p>Menurut dia, kondisi tersebut akan terus berlangsung dan pada bulan Agustus diprakirakan akan memasuki puncak musim kemarau.</p>
<p>Ia mengatakan berdasarkan rilis yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, curah hujan pada Agustus di wilayah Jateng selatan khususnya Cilacap dan Banyumas diprakirakan rendah, yakni berkisar 21-100 milimeter per bulan.</p>
<p>&#8220;Hal itu merupakan prakiraan hujan terendah dari bulan sebelum dan setelahnya, sehingga bulan Agustus dikatakan sebagai puncak musim kemarau,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Teguh mengatakan beberapa hal yang perlu diwaspadai saat musim kemarau adalah bahaya kekeringan yang dampaknya bisa berimbas ke kurangnya air bersih dan terjadinya kebakaran hutan.</p>
<p>Oleh karena itu, kata dia, daerah-daerah yang rawan kekeringan di wilayah Cilacap dan Banyumas perlu dilakukan antisipasi terutama terhadap pasokan air bersih yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.</p>
<p>Menurut dia, hal itu disebabkan musim kemarau di wilayah Cilacap dan Banyumas diprakirakan akan berlangsung hingga bulan September dan pada bulan Oktober diprakirakan memasuki awal musim hujan.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan rilis prakiraan hujan tiga bulanan yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, curah hujan di wilayah Cilacap dan Banyumas pada Agustus diprakirakan masuk kategori rendah yang berkisar 21-100 milimeter, September masuk kategori rendah hingga menengah yang berkisar 51-151 milimeter, dan Oktober diprakirakan masuk kategori menengah yang berkisar 201-300 milimeter,&#8221; katanya.</p>
<p>Terkait dengan suhu udara yang terasa dingin pada pagi dan malam hari, Teguh mengatakan kejadian suhu dingin itu diprakirakan akan normal sehingga tidak perlu dikhawatirkan masyarakat.</p>
<p>Menurut dia, kemunculan kabut pada pagi hari saat musim kemarau merupakan sesuatu yang wajar dan lazim terjadi saat musim kemarau serta kabut tersebut juga menambah dingin suhu udara.</p>
<p>&#8220;Oleh karena puncak musim kemarau di wilayah Cilacap, Banyumas dan sekitarnya diprakirakan akan berlangsung pada bulan Agustus, suhu udara minimum pada malam dan pagi hari diprakirakan akan bertambah dingin. Hal ini memberi indikasi bahwa kejadian suhu dingin ini masih akan berlangsung hingga akhir Agustus Bahkan awal September 2020,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan berdasarkan hasil pengamatan di Stasiun Meterologi Tunggul Wulung dan Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap, suhu udara minimum dalam beberapa hari terakhir tercatat berkisar 20,4 derajat Celcius hingga 24 derajat Celcius.</p>
<p>Menurut dia, suhu udara minimum 20,4 derajat Celcius tercatat di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung pada tanggal 26 Juli 2020.</p>
<p>&#8220;Suhu 20,4 derajat Celcius yang tercatat di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap belum menyamai rekor suhu udara paling minimum yang terjadi di Cilacap selama kurun waktu 45 tahun. Sejarah atau data statistik suhu minimum yang terkumpul mulai tahun 1975 sampai dengan akhir Juli 2020, suhu paling minimum di Cilacap pernah terjadi pada tanggal 14 Agustus 1994 yang tercatat 17,4 derajat Celsius, saat itu suhu maksimum hanya 25,8 derajat Celcius dan rata-ratanya 22,9 derajat Celcius,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia mengatakan untuk wilayah dataran tinggi atau pegunungan, suhu udara akan lebih dingin dari pada suhu di wilayah pesisir. &#8220;Bila tidak ada alat ukur, bisa menghitung dengan laju penurunan suhu 0,5 derajat Celcius per kenaikan 100 meter ketinggian tempat,&#8221; katanya. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Waspada Potensi Gelombang Tinggi hingga 6 Meter 2 Hari Kedepan di Perairan Selatan Jawa</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-29165/waspada-potensi-gelombang-tinggi-hingga-6-meter-2-hari-kedepan-di-perairan-selatan-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2020 11:37:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-29165/waspada-potensi-gelombang-tinggi-hingga-6-meter-2-hari-kedepan-di-perairan-selatan-jawa</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan. Bahwa adanya potensi gelombang tinggi 4 &#8211; 6,0 meter, sampai dengan Rabu 27 juli 2020. Wilayah perairan yang terdampak antaranya Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar) dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan. Bahwa adanya potensi gelombang tinggi 4 &#8211; 6,0 meter, sampai dengan Rabu 27 juli 2020. Wilayah perairan yang terdampak antaranya Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar) dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Pola Angin di wilayah indonesia bagian utara umumnya dari Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan 8 &#8211; 20 knot. Sedangkan di wilayah selatan yakni dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan 10 &#8211; 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat, dan Laut Arafuru bagian Selatan. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan gelombang tinggi di sekitar wilayah tersebut.</p>
<p>Adapun dari prakiraan, perairan yang terdampak gelombang tinggi di Jawa Barat yakni di Perairan Sukabumi &#8211; Cianjur, Garut Pangandaran, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat. di Jawa Tengah, Perairan Cilacap, Kebumen &#8211; Purworejo, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah. Serta perairan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Adapun, masih terangnya menjelaskan, bahwa dengan adanya potensi gelombang tinggi tersebut, ia mengingatkan tentang resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Ia pun mengimbau agar memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.</p>
<p>Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter). Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter).</p>
<p>Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter). Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).</p>
<p>&#8220;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.&#8221; Tegasnya di Cilacap, hari ini Sabtu (25/07/2020) sore.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Cuaca Dingin Mulai Terasa di Cilacap</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-28363/cuaca-dingin-mulai-terasa-di-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2020 18:35:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Dingin]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-28363/cuaca-dingin-mulai-terasa-di-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Sabtu 27 Juni 2020 sekira pukul 01.00 WIB, suhu dan udara terasa cukup dingin di Cilacap Jawa tengah (Jateng). Menilik statistik Cuaca di laman resmi BMKG bahwa Cuaca sabtu dini hari di Cilacap berada pada 24 derajat Celcius. Cuaca tersebut juga terpantau dengan kelembapan 90 % dan kecepatan angin 20 kilometer per jam.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sabtu 27 Juni 2020 sekira pukul 01.00 WIB, suhu dan udara terasa cukup dingin di Cilacap Jawa tengah (Jateng). Menilik statistik Cuaca di laman resmi BMKG bahwa Cuaca sabtu dini hari di Cilacap berada pada 24 derajat Celcius. Cuaca tersebut juga terpantau dengan kelembapan 90 % dan kecepatan angin 20 kilometer per jam.</p>
<p>Kondisi cuaca dingin menurut Teguh Wardoyo selaku Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, merupakan salah satu tanda bahwa telah memasuki kemarau. Namun demikian dia mengatakan bahwa Cilacap diperkirakan akan memasuki Kemarau di awal bulan Juli 2020.</p>
<p>Teguh juga mengatakan, terkait tanda-tanda musim kemarau dari alam, yakni mulai terdengar suara-suara hewan seperti tonggeret. &#8220;Dari kepercayaan masyarakat atau kearifan lokal, bahwa terdengarnya suara tonggeret dipercaya bahwa kemarau telah tiba.&#8221; Katanya di Cilacap, Jum&#8217;at (26/6).</p>
<p>Sebelumnya dilaporkan oleh prakirawan cuaca Rendi Krisnawan seperti yang termuat di laman antaranews.com 6 Juni 2020, bahwa seharusnya Cilacap pada mei dan juni telah memasuki musim kemarau. Namun hujan masih berpotensi terjadi hingga desarian ke-2 pada juni, sedangkan pada desarian ketiga terpantau bahwa curan hujan di pegunungan jawa selatan tergolong rendah. Sehingga dia memperkirakan, awal musim kemarau di Cilacap akan terjadi pada akhir bulan juni atau awal bulan juli 2020.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Gelombang Tinggi 1,5 s/d 5,0 meter Intai Perairan Selatan Jawa</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-362/gelombang-tinggi-15-s-d-50-meter-intai-perairan-selatan-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2020 11:19:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-362/gelombang-tinggi-15-s-d-50-meter-intai-perairan-selatan-jawa</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan akan adanya gelombang tinggi 1,5 s/d 5,0 meter hingga 3 hari kedepan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan akan adanya gelombang tinggi 1,5 s/d 5,0 meter hingga 3 hari kedepan.</p>
<p>Potensi gelombang tinggi ini, diberlakukan mulai hari ini, Sabtu 13 Juni pukul 19.00 WIB &#8211; 16 Juni 2020 yang berakhir pukul 19.00 WIB.</p>
<p>Adapun untuk hari ini, Sabtu Pukul 19.00 WIB, hingga Minggu, 14 Juni 2020 pukul 19.00 WIB, potensi gelombang tinggi berada pada kisaran 1,5 &#8211; 3,5 meter.</p>
<p>Potensi Gelombang sangat tinggi 1,5 &#8211; 5,0 meter berdasarkan data statistik prakiraan gelombang tinggi, berpotensi terjadi pada Minggu 14 Juni pukul 17.00 WIB &#8211; 16 Juni pukul 17.00 WIB.</p>
<p>Potensi Gelombang tinggi berlaku disejumlah perairan di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar) dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Adapun dari prakiraan, perairan yang terdampak gelombang tinggi di Jawa Barat yakni di Perairan Sukabumi &#8211; Cianjur, Garut, Pangandaran, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat.</p>
<p>Di Jawa Tengah, Perairan Cilacap, Kebumen &#8211; Purworejo, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah. Serta perairan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Kondisi ini, seperti dijelaskan Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Feriharti Nugrohowati. Bahwa pola angin di wilayah indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan 5-25 knots.</p>
<p>&#8220;Sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur – Tenggara dengan kecepatan 5 &#8211; 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia Selatan Jawa, NTT hingga Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.&#8221; Terang Feriharti Nugrohowati di Cilacap, Sabtu (13/06/2020).</p>
<p>Adapun, masih terangnya menjelaskan, bahwa adapun resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yakni, ia mengimbau untuk memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.</p>
<p>Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m). Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).</p>
<p>Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m). Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).</p>
<p>&#8220;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.&#8221; Tegas Feriharti Nugrohowati.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Awas Masih Ada Gelombang Tinggi 4 Meter di Pesisir Selatan Jawa Hingga 7 Juni 2020</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-308/awas-masih-ada-gelombang-tinggi-4-meter-di-pesisir-selatan-jawa-hingga-7-juni-2020</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2020 09:51:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-308/awas-masih-ada-gelombang-tinggi-4-meter-di-pesisir-selatan-jawa-hingga-7-juni-2020</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Potensi Gelombang Tinggi di perairan selatan jawa maju lagi, hingga 7 Juni 2020 pukul 19.00 WIB dari yang sebelumnya diinformasikan 1 &#8211; 4 Juni 2020.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Potensi Gelombang Tinggi di perairan selatan jawa maju lagi, hingga 7 Juni 2020 pukul 19.00 WIB dari yang sebelumnya diinformasikan 1 &#8211; 4 Juni 2020.</p>
<p>Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan adanya potensi gelombang tinggi 1,5 &#8211; 3,5 meter.</p>
<p>Dan hari ini, Kamis 4 Juni 2020, BMKG kembali menginformasikan potensi gelombang tinggi di pesisir atau perairan selatan jawa.</p>
<p>Adapun potensi gelombang tinggi yang hingga 3 hari kedepan sampai 7 Juni 2020 itu, berpotensi terjadinya gelombang tinggi, 1,5 &#8211; 4 Meter.</p>
<p>Potensi tinggi gelombang tinggi ini berpotensi terjadi disejumlah perairan di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar) dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Dari prakiraan, perairan yang terdampak gelombang tinggi di Jawa Barat yakni di Perairan Sukabumi &#8211; Cianjur, Garut, Pangandaran, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat.</p>
<p>Di Jawa Tengah, Perairan Cilacap, Kebumen &#8211; Purworejo, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah. Serta perairan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Kondisi ini, seperti dijelaskan Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Nurfaijin. Bahwa gelombang tinggi 1,5 &#8211; 4 meter ini juga dibarengi dengan kecepatan angin dari timur ke tenggara dengan kecepatan 4-20 knot.</p>
<p>&#8220;Kecepatan Angin dan tinggi gelombang sampai dengan 4 meter tergolong tinggi.&#8221; Kata dia.</p>
<p>Masih terangnya menjelaskan, adapun resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, maka ia mengimbau untuk memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.</p>
<p>Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m). Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).</p>
<p>Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m). Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).</p>
<p>&#8220;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.&#8221; Tegas Nurfaijin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Awas Gelombang Tinggi 1,5 &#8211; 3,5 Meter di Perairan Selatan Jawa Hingga 4 Juni 2020 Mendatang</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-262/awas-gelombang-tinggi-15-35-meter-di-perairan-selatan-jawa-hingga-4-juni-2020-mendatang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2020 09:38:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-262/awas-gelombang-tinggi-15-35-meter-di-perairan-selatan-jawa-hingga-4-juni-2020-mendatang</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan adanya potensi gelombang tinggi 1,5 &#8211; 3,5 meter hari ini, 1 Juni 2020 pukul 19.00 WIB &#8211; 4 Juni 2020 sampai dengan pukul 19.00 WIB.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan adanya potensi gelombang tinggi 1,5 &#8211; 3,5 meter hari ini, 1 Juni 2020 pukul 19.00 WIB &#8211; 4 Juni 2020 sampai dengan pukul 19.00 WIB.</p>
<p>Adapun potensi tinggi gelombang tinggi ini berpotensi terjadi disejumlah perairan di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar) dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Dari prakiraan, perairan yang terdampak gelombang tinggi di Jawa Barat yakni di Perairan Sukabumi &#8211; Cianjur, Garut, Pangandaran, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat.</p>
<p>Di Jawa Tengah, Perairan Cilacap, Kebumen &#8211; Purworejo, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah. Serta perairan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Kondisi ini, seperti dijelaskan Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Nurfaijin. Bahwa gelombang tinggi 1,5 &#8211; 3,5 meter ini dipengaruhi oleh kecepatan angin yang bertiup dari Timur Laut menuju ke Tenggara dengan kecepatan 4 &#8211; 20 Knot.</p>
<p>&#8220;Kecepatan Angin dan tinggi gelombang sampai dengan 3,5 meter tergolong tinggi.&#8221; Kata dia.</p>
<p>Masih terangnya menjelaskan, adapun resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, maka ia mengimbau untuk memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.</p>
<p>Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m). Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).</p>
<p>Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m). Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).</p>
<p>&#8220;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.&#8221; Tegas Nurfaijin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Jateng Masih Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-207/jateng-masih-berpotensi-hujan-sedang-hingga-lebat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2020 02:43:44 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-207/jateng-masih-berpotensi-hujan-sedang-hingga-lebat</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan menurut analis cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan menurut analis cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan.</p>
<p>&#8220;Kalau dilihat dari prakiraan cuaca sebelumnya, dibeberapa wilayah khususnya Kabupaten Cilacap harusnya memasuki awal musim kemarau pada akhir bulan ini, namun ternyata hujan memang masih cukup lebat,&#8221; katanya saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.</p>
<p>Akan tetapi, ia melanjutkan, berdasarkan prakiraan cuaca prakiraan cuaca per dasarian (10 harian) curah hujan di sebagian wilayah Cilacap dan sekitarnya masih dalam kategori menengah antara 51 dan 150 milimeter.</p>
<p>Ia memprakirakan curah hujan pada dasarian kedua bulan Juni di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya masuk kategori rendah, pada kisaran 0 sampai 50 milimeter, dan mulai masuk musim kemarau.</p>
<p>&#8220;Jadi, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi hingga dasarian pertama bulan Juni. Sementara pada dasarian kedua bulan Juni, intensitas hujan diprakirakan mulai berkurang,&#8221; katanya.</p>
<p>Mengenai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, Rendi mengatakan, kondisi tersebut diprakirakan akan berlangsung hingga tiga hari ke depan karena beberapa faktor termasuk adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia barat daya Sumatra serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.</p>
<p>&#8220;Selain itu, ada konvergensi memanjang dari Sumatera barat hingga Bengkulu, di Laut Timor, serta daerah belokan angin terdapat di Sumatera bagian tengah, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Samudra Pasifik utara Papua serta Low Level Jet dengan kecepatan angin mencapai lebih dari 25 knot di Samudra Hindia barat Sumatra dan Samudra Pasifik timur Filipina,&#8221; katanya.</p>
<p>Kondisi yang demikian, menurut dia, menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. (Antara)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Gelombang Tinggi 1,5 &#8211; 3,0 Meter Ancam Perairan Selatan Jawa hingga 3 Hari Kedepan</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-147/gelombang-tinggi-15-30-meter-ancam-perairan-selatan-jawa-hingga-3-hari-kedepan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 18:12:19 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-147/gelombang-tinggi-15-30-meter-ancam-perairan-selatan-jawa-hingga-3-hari-kedepan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan akan adanya gelombang tinggi 1,5 &#8211; 3,0 meter 3 hari kedepan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan akan adanya gelombang tinggi 1,5 &#8211; 3,0 meter 3 hari kedepan.</p>
<p>Yakni dimulai pada 22 mei pukul 19.00 WIB tadi &#8211; 25 mei 2020 yang berakhir pukul 19.00 WIB disejumlah perairan di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar) dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Adapun dari prakiraan, perairan yang terdampak gelombang tinggi di Jawa Barat yakni di Perairan Sukabumi &#8211; Cianjur, Garut, Pangandaran, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat.</p>
<p>Di Jawa Tengah, Perairan Cilacap, Kebumen &#8211; Purworejo, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah. Serta perairan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Kondisi ini, seperti dijelaskan Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Nurfaijin. Bahwa gelombang tinggi 1,5 &#8211; 3,0 ini dipengaruhi oleh kecepatan angin yang bertiup dari Timur laut ke Selatan pada 22 Mei &#8211; 23 Mei pukul 19.00 WIB.</p>
<p>Dan juga dari Tenggara ke Barat Daya dari mulai pukul 23 mei pukul 19.00 WIB &#8211; 25 mei 2020 pukul 19.00 WIB dengan kecepatan 2 &#8211; 10 Knot.</p>
<p>Adapun, masih prakirawan Nurfaijin menjelaskan, bahwa adapun resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yakni, ia mengimbau untuk memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.</p>
<p>&#8220;Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m). Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).</p>
<p>Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m). Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).</p>
<p>&#8220;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.&#8221; Tegas Nurfaijin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Update Prakiraan Cuaca di Kabupaten Cilacap dan Gelombang Tinggi Pesisir Selatan 12 April 2020</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-25131/update-prakiraan-cuaca-di-kabupaten-cilacap-dan-gelombang-tinggi-pesisir-selatan-12-april-2020</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2020 20:59:37 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Info Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Prakiraan Cuaca Cilacap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-25131/update-prakiraan-cuaca-di-kabupaten-cilacap-dan-gelombang-tinggi-pesisir-selatan-12-april-2020</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Update informasi mengenai Prakiraan Cuaca di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah pada hari ini, Minggu, 12 April 2020. Namun sebelum itu kami akan memberikan informasi seputar nuansa dan destinasi tempat-tempat yang indah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Update informasi mengenai Prakiraan Cuaca di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah pada hari ini, Minggu, 12 April 2020. Namun sebelum itu kami akan memberikan informasi seputar nuansa dan destinasi tempat-tempat yang indah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.</p>
<p>Cilacap adalah Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan merupakan Kabupaten yang terluas di jateng. di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Banyumas dan Kebumen. di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. di sebelah barat berbatasan dengan Kota Banjar dan Kecamatan Purwadadi, Lakbok, Rancah Ciamis Jawa Barat dan juga batasnya adalah Sungai Citanduy. di sebelah Utara berbatasan dengan Brebes, dan Kuningan Jawa Barat.</p>
<p>Cilacap memiliki bahasa yang khas yakni Jawa Banyumasan atau Ngapak, suatu wilayah yang juga disebut masih dalam Karesidenan Banyumas. Biasa dikenal Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen).</p>
<p>Selain itu, di Cilacap juga terdapat wilayah yang masyarakatnya berbahasa Sunda. Adapun di Kabupaten ini juga dilintasi 2 sungai besar yaitu Sungai Citanduy yang bermuara di Laguna Segara Anakan dan juga Sungai Serayu.</p>
<p>Kabupaten ini memiliki Klub Sepak Bola bernama PSCS Cilacap dengan Stadion bernama Wijayakusuma dan berkapasitas tribun penonton yakni 25.000 lebih.</p>
<h2>Wisata di Kabupaten Cilacap</h2>
<p>Cilacap memiliki sejumlah potensi wisata yang mengagumkan, di Kabupaten ini ada Kemit Forest Education di Kecamatan Sidareja dan Hutan Mangrove yang terletak di Kampung Laut. Serta Pulau Momongan di Nusawungu, ketiganya adalah wisata dengan Nuansa Hutan. Ada juga Hutan Payau dan Wisata Karang Banar.</p>
<p>Cilacap juga memiliki wisata air seperti Kubangkangkung di Kawunganten dan Danau Bojongrongga di Kedungreja.</p>
<p>Di Wilayah bagian Barat masih mengandalkan Curug sebagai Wisata Alam. Diantara Curug yang terkenal yakni Curug Cimandaway yang berada di Kecamatan Dayeuhluhur dan Merupakan Curug Tertinggi di Kabupaten ini. Selain itu ada Curug Bandung yang terletak di Kecamatan Wanareja, Curug Manik di Kecamatan Majenang. Ada juga Bukit Panorama Ketapang Indah dan Cidayeuh Canyon di Dayeuhluhur, serta Curug Geulis di Cipari.</p>
<p>Wisata Lautnya juga tak kalah bagusnya, meliputi Pantai Widarapayung di Binangun, Pantai Jetis di Nusawungu, Pantai Teluk Penyu. Pantai Permisan (Pantai Kopassus TNI) yang berada di dekat Pulau NUSAKAMBANGAN Pantai Sodong, Pantai Pesisir Kutawaru dan Pantai Pasir Putih Ranca Babakan Kampung Laut.</p>
<p>Ada juga Bendungan Manganti di perbatasan Cilacap Jawa Tengah dengan Ciamis, dan Kota Banjar Jawa Barat. Selain itu ada Taman Bunga Tali Asmoro, Pantai Cemara Sewu, Benteng Pendem, Gunung Selok, Srandil.</p>
<p>Dari kulinernya yang terkenal adalah Brekecek, Rempeyek Yutuk, Mendoan juga jadi primadona tidak hanya di Banyumas. Selain itu Dages, Gembus, Karedok, Pecel.</p>
<h2>Cilacap Memiliki 24 Kecamatan yang di antaranya !</h2>
<blockquote><p>Adipala, Bantarsari, Binangun, Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Cimanggu, Cipari, Dayeuhluhur, Gandrungmangu, Jeruklegi, Kampung Laut, Karangpucung, Kawunganten, Kedungreja, Kesugihan, Kroya, Majenang, Maos, Nusawungu, Patimuan, Sampang, Sidareja, Wanareja</p></blockquote>
<p>Bagi saudara yang ingin mengetahui Kondisi dan prakiraan cuaca terbaru hari ini, Minggu (12/04/2020), bisa melihatnya di sini.</p>
<p>Adapun informasi ini bersumber dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sehingga informasi ini akurat.</p>
<h2>Prakiraan Cuaca Cilacap</h2>
<p>&#8211; Pukul 04:00 WIB cuaca di Cilacap menunjukan bahwa Berawan Tebal dengan suhu udara mencapai 25°C dengan kelembapan 95 % dan Kecepatan Angin 10 km/jam Selatan.</p>
<p>&#8211; Pukul 07:00 WIB cuaca di Cilacap menunjukan bahwa Berawan dengan suhu udara mencapai 27°C dengan kelembapan 80 % dan Kecepatan Angin 10 km/jam Tenggara.</p>
<p>Pukul 10:00 WIB cuaca di Cilacap menunjukan bahwa Berawan dengan suhu udara mencapai 29°C dengan kelembapan 70 % dan Kecepatan Angin 20 km/jam Barat Daya.</p>
<p>Pukul 13:00 WIB cuaca di Cilacap menunjukan bahwa Berawan dengan suhu udara mencapai 32°C dengan kelembapan 65 % dan Kecepatan Angin 20 km/jam Barat Daya.</p>
<p>Pukul 16:00 WIB cuaca di Cilacap menunjukan bahwa Berawan dengan suhu udara mencapai 29°C dengan kelembapan 70 % dan Kecepatan Angin 20 km/jam Barat Daya.</p>
<p>Pukul 19:00 WIB cuaca di Cilacap menunjukan bahwa Hujan Sedang dengan suhu udara mencapai 27°C dengan kelembapan 75 % dan Kecepatan Angin 10 km/jam Barat Daya.</p>
<p>Pukul 22:00 WIB cuaca di Cilacap menunjukan bahwa Hujan Ringan dengan suhu udara mencapai 26°C dengan kelembapan 85 % dan Kecepatan Angin 10 km/jam Tenggara.</p>
<h2>Kondisi Sinoptik</h2>
<p>Perairan dan Samudera Hindia Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY umumnya berawan berpotensi hujan ringan. Angin umumnya bertiup dari arah Utara hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 2 &#8211; 10 knot. Tinggi gelombang air laut berkisar antara 1,5 &#8211; 3,0 meter.</p>
<p>Adapun dari prakiraan, di Jawa Barat yakni di Perairan Sukabumi – Cianjur Cuaca Berawan Tebal. Arah angin bertiup dari Timur &#8211; Tenggara &#8211; dengan kecepatan angin 2-8 knot, Gelombang tinggi (tinggi).</p>
<p>Garut, Pangandaran Berawan Tebal dengan arah bertiup dari Timur &#8211; Tenggara, kecepatan angin 2-8 knot, Gelombang tinggi Sedang.</p>
<p>Samudera Hindia Selatan Jawa Barat Cuaca Berawan Tebal dengan arah angin Timur &#8211; Tenggara, kecepatan angin 4-10 knot, Gelombang tinggi (Tinggi).</p>
<p>Di Jawa Tengah, Perairan Cilacap Cuaca Berawan Tebal dengan arah angin bertiup dari Utara &#8211; Tenggara, kecepatan angin 2-8 knot, Gelombang tinggi Sedang.</p>
<p>Kebumen – Purworejo Cuaca Berawan Tebal dengan arah angin bertiup dari Utara &#8211; Tenggara, kecepatan angin 2-8 knot, Gelombang tinggi Sedang.</p>
<p>Perairan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) Cuaca Berawan Tebal dengan arah angin bertiup dari Utara &#8211; Tenggara. Kecepatan angin 2-8 knot, Gelombang tinggi Sedang.</p>
<p>Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah Cuaca Berawan Tebal dengan arah angin bertiup dari Timur &#8211; Tenggara. Kecepatan angin 4-10 knot, Gelombang tinggi (Tinggi).</p>
<p>Di Atas adalah informasi tentang prakiraan Cuaca di Cilacap dan Gelombang Tinggi diperairan selatan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
