<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos DIY &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/diy/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2020 12:00:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos DIY &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Jejualan Bayi, 3 Wanita Akhirnya Ditangkap Polresta Yogyakarta</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-28668/jejualan-bayi-3-wanita-akhirnya-ditangkap-polresta-yogyakarta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2020 11:30:41 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adopsi Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-28668/jejualan-bayi-3-wanita-akhirnya-ditangkap-polresta-yogyakarta</guid>

					<description><![CDATA[YOGYAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Wanita muda asal Cilacap Jawa Tengah (jateng) berusia 24 tahun, jual anaknya sebesar 6 juta rupiah lantaran tak punya biaya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>YOGYAKARTA, <a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Wanita muda asal Cilacap Jawa Tengah (jateng) berusia 24 tahun, jual anaknya sebesar 6 juta rupiah lantaran tak punya biaya.</p>
<p>Tindakan wanita berinisial EP itu dilakukan secara terang-terangan dengan menawarkan anaknya melalui Media Sosial (Medsos) dalam hal ini facebook.</p>
<p>Unggahan status EP diketahui oleh Makelar pencari bayi berinisial EBF (25) yang merupakan makelar bayi area Jogja dan Solo seperti pada nama akun Facebooknya. Lantas dia kemudian melakukan komunikasi dan sepakat dengan melakukan COD di Cilacap. Sampai pada akhirnya, keduanya saling tawar menawar, dan EBF mendapat bayi tersebut dengan mahar sebesar 6 Juta rupiah.</p>
<p>EBF rupanya didanai juga oleh seorang wanita yang berprofesi sebagai bidan berinisial JEL (39). Kemudian bayi berusia 2 bulan itu kembali di tawarkan melalui media sosial.</p>
<p>Wanita berinisial RA mengetahui hal tersebut dan siap mengadopsi bayi tersebut. Namun makelar atau perantara EBF meminta jaminan biaya sebesar 20 juta rupiah.</p>
<p>RA dan EBF saling bertemu pada bulan Mei, namun RA membawa bayi tersebut kabur sehingga EBF mencarinya. Ketika dicari, RA kemudian ketemu di dekat rumah sakit di wilayah jogja.</p>
<p>Mereka kemudian saling cekcok (Adu mulut), dan diketahui oleh salah seorang Security (satpam), yakni mengenai jual beli bayi. Lantas si satpam kemudian melaporkannya ke kantor polisi.</p>
<p>Polisi yang mendapat laporan tersebut, kemudian melakukan penyelidikan, dan pada akhirnya ke 3 orang berhasil ditangkap termasuk Ibu bayi. Sedangka RA tidak ditahan dan hanya sebagai saksi.</p>
<p>Menurut keterangan Polisi, bahwa terkait dengan RA, dia adalah saksi karena belum adanya kesepakatan transaksi. RA ingin mengadopsi bayi tersebut, namun dia berniat dengan memintanya. RA berniat mengadopsi bayi mungil tersebut, karena dirinya belum memiliki keturunan.</p>
<p>&#8220;Akibat perbuatannya, ketiga pelaku terancam pidana 3 hingga paling lama 15 tahun penjara.&#8221; Pungkas Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya Selasa (7/7/2020). (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sosok Hadratus Syaikh Hasyim Asy&#8217;ari Seharusnya menjadi contoh bagi Pemuda Muhammadiyah</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-23390/sosok-hadratus-syaikh-hasyim-asyari-seharusnya-menjadi-contoh-bagi-pemuda-muhammadiyah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 14:14:59 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Kokam]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-23390/sosok-hadratus-syaikh-hasyim-asyari-seharusnya-menjadi-contoh-bagi-pemuda-muhammadiyah</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Fenemona penolakan Milad NU di Jogja mengingatkanku akan sebuah kisah, Kisah sang Maha Guru dengan keluasan ilmu nan lembut, Hadratus Syaikh Kiai Haji Hasyim Asy&#8217;ari.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Fenemona penolakan Milad NU di Jogja mengingatkanku akan sebuah kisah, Kisah sang Maha Guru dengan keluasan ilmu nan lembut, Hadratus Syaikh Kiai Haji Hasyim Asy&#8217;ari.</p>
<p>Dahulu kala datanglah seorang santri kepada Mbah Hasyim, kemudian santri tersebut bercerita bahwa di jogja ada pendakwah yang menurut keterangannya membawa ajaran baru.</p>
<p>Sosok yang disebutkan si santri itu baru saja datang dari negeri arab. Mbah Hasyim kemudian menanyakan kepada si santri ciri-ciri pendakwah tersebut, dan ketika dijelaskan beserta namanya adalah &#8220;Ahmad Dahlan&#8221;</p>
<p>Mbah Hasyim ketika disampaikan nama pendakwah tersebut, beliau teramat senang, beliau lantas mengatakan kepada si santri kalau sosok yang dimaksud tersebut adalah Muhammad Darwis.</p>
<p>&#8220;Muhammad Darwis adalah sahabat seperguruan ketika di Makkah.&#8221; Ucap Mbah Hasyim.</p>
<p>Tak sampai disitu, Mbah Hasyim juga berkata seraya memerintahkan si santri untuk mendukungnya (mendukung kiai haji Ahmad Dahlan).</p>
<p>Santri itu pun manut sang guru, Bahkan santri itu pergi menemui sosok yang sempat ia curigai sebagai penyebar ajaran baru.</p>
<p>Kemudian santri itu ternyata menjadi salah satu tokoh di Muhammadiyah.</p>
<p>Mengingat cerita di atas, lalu bagaimana dengan sosok pemuda Muhammadiyah jogja yang notabene sebagai ketua Pemuda ormas islam tersebut.</p>
<p>Jika mendengar hal ini, tentunya ini bisa menjadi contoh yang tidak hanya untuk pemuda Nahdlatul Ulama seperti Ansor maupun Banser tapi juga Kokam dan Pemuda Muhammadiyah.</p>
<p>Kami terus terang sangat terkejut atas sikap penolakan harlah NU di sebuah Masjid yang ada di Jogja, hingga sampai berdemo dengan membawa spanduk.</p>
<p>Apakah acara harlah NU tersebut adalah bid&#8217;ah bagi kalian wahai pemuda Muhammadiyah, sehingga masjid tersebut tak ingin dipakai orang NU.</p>
<p>Asset berharga seperti apakah yang harus dijaga, apakah warga Nahdliyin datang untuk mencuri.</p>
<p>Tidak lihat kah kalian pemuda muhammadiyah kisah Syaikh Hasyim Asy&#8217;ari dan Syaikh Ahmad Dahlan di atas yang begitu dekatnya dan saling mendukung dakwah.</p>
<p>Apakah kamu-kamu tidak melihat, bagaimana ansor banser, kiai dan ulama-ulama NU juga kerap kali mengunjungi makam Syaikh Ahmad Dahlan.</p>
<p>Mereka datang dan berziarah dengan sopan dan penuh adan meskipun dianggap kaum tradisional oleh banyak kalangan.</p>
<p>Kami heran, di media sosial di media website tidak kami jumpai ada artikel dari orang-orang NU yang menyinggung ormas Islam bernama muhammadiyah.</p>
<p>Namun yang terjadi dan berdasarkan fakta, justru opini-opini datang dari kalanganmu sendiri seolah tidak ingin disatukan dan bersatu.</p>
<p>Yogyakarta adalah basis dari Muhammadiyah, namun bagaimana dengan di Jawa Timur seperti di Jombang, pernahkah orang NU menolak acara-acara Muhammadiyah.</p>
<p>Muhammadiyah memang lahir terlebih dahulu dari NU, namun melihat fakta yang terjadi terkait larangan harlah NU di jogja sana, justru sang kakak yang harusnya bersikap dewasa malah seperti layaknya anak-anak.</p>
<p>Cak Nanto Sang Ketua, mengapa tidak sekalian melarang warga NU atau memboikotnya agar tidak berobat di Unit Lembaga Muhammadiyah!.</p>
<p>Cak Nanto Sang Ketua, mengapa tidak sekalian saja memboikot anak-anak dari warga NU untuk tidak sekolah di Muhammadiyah!.</p>
<p>Jika kamu wahai ketua yang gagah melarang harlah NU itu, bahwa kamu bukan orang munafik silahkan boikot apa yang kami utarakan di atas. (** Banser X-26 Cilacap)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
