<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Dunia Binatang &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/dunia-binatang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Dec 2019 16:37:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Dunia Binatang &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Monyet Hingga Burung Rangkong pun Diburu</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-19742/monyet-hingga-burung-rangkong-pun-diburu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2019 10:17:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dunia Binatang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-19742/monyet-hingga-burung-rangkong-pun-diburu</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Efek Media Sosial nampaknya mempengaruhi kehidupan manusia, berbagai aktifitas atau kegiatan tak lupa untuk dipajang di jejaring sosial pribadinya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Efek Media Sosial nampaknya mempengaruhi kehidupan manusia, berbagai aktifitas atau kegiatan tak lupa untuk dipajang di jejaring sosial pribadinya.</p>
<p>Baru-baru ini, linimasa media sosial facebook digegerkan oleh tingkah laku seorang pria yang dengan bangganya memamerkan hasil buruannya. Yakni Monyet, sedangkan di akun yang berbeda malah bangga usai membedil burung Rangkong yang merupakan hewan dilindungi.</p>
<p>Seperti tak ada penyesalan, mereka begitu senang dengan hasil perburuannya Bahkan dengan gagah diunggah di media sosial.</p>
<p>Pengunggah Monyet diburu lalu disantap bersama ini diketahui melalui akun Facebook &#8220;Selna Grace Alexa&#8221;, dalam statusnya ia menuliskan bahwa. &#8220;Saya bantu ya (SANTO SINAGA), biar cepet masuk sel. Dimana hati nuranimu.&#8221; Tulisnya sembari diikuti emoticon menangis.</p>
<p>Lantas Postingan tersebut pun menjadi viral, dari pantauan <a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; pada hari Jum&#8217;at 22 November 2019 pukul 17.00 WIB, postingan tersebut telah dibagikan sebanyak 4.846 kali.</p>
<p>Pemilik akun bernama Santo Sinaga itu sepertinya orang Pringsewu Lampung, ada kemungkinan hal itu dilakukan di daerah lampung. Namun ada juga yang mengatakan dalam komentar di pemosting bahwasanya hal itu adalah biasa dan malah menunjukan tentang pasar extreme di tomohon Sulut (Sulawesi Utara).</p>
<p>Sedangkan akun pemburu satu lagi, lebih parah, dia diketahui memburu Burung rangkong yang dilindungi dan terancam Punah. Bahkan dari aksinya tersebut mendapat kecaman langsung dari Kementerian LHK dan ditulis di twitter.</p>
<p>&#8220;Burung Rangkong merupakan satwa yang dilindungi, Kami akan menindak tegas pelaku. Kasus ini sudah masuk form pengaduan sejak kemarin dan sedang ditindaklanjuti.&#8221; Tulis Kementerian LHK.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>30 Anak Penyu atau Tukik Dilepaskan ke Pantai Sodong Adipala Cilacap</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-17925/30-anak-penyu-atau-tukik-dilepaskan-ke-pantai-sodong-adipala-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 18:11:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dunia Binatang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Sodong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-17925/30-anak-penyu-atau-tukik-dilepaskan-ke-pantai-sodong-adipala-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; 30 Anak Penyu atau Tukik Dilepaskan ke Pantai Sodong Adipala Cilacap, jenisnya yaitu lekang (Lepidochelys olivacea) hasil penangkaran.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; 30 Anak Penyu atau Tukik Dilepaskan ke Pantai Sodong Adipala Cilacap, jenisnya yaitu lekang (Lepidochelys olivacea) hasil penangkaran.</p>
<p>Tukik yang dilepasliarkan itu pada awalnya hasil penangkaran seorang warga Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap.</p>
<p>Setelah itu melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Adipala. Pemerintah Desa Karangbenda, sejumlah organisasi pecinta alam, dan masyarakat setempat serta didukung Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak Maos.</p>
<p>Saat ditemui wartawan, warga Desa Karangbenda yang menangkarkan penyu tersebut, Jumawan mengatakan. Penangkaran yang dilakukannya berawal dari keprihatinannya terhadap telur-telur penyu yang sering ditemukan di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, khususnya Kecamatan Adipala dan Binangun.</p>
<p>Menurut dia, telur-telur penyu lekang tersebut dijual nelayan dengan harga Rp2.000-Rp5.000 per butir. Karena banyak yang meyakini telur penyu itu bisa meningkatkan stamina pria dewasa meskipun hal itu belum terbukti secara medis.</p>
<p>Padahal, kata dia, penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh undang-undang karena keberadaannya hampir punah.</p>
<p>&#8220;Kebetulan pada tanggal 18 Mei 2019, ada saudara yang menemukan telur penyu sebanyak 50 butir di Pantai Sodong. Selanjutnya telur-telur penyu itu diberikan kepada saya.&#8221; kata dia yang juga Kepala Urusan Umum dan Perencanaan Desa Karangbenda.</p>
<p>Oleh karena prihatin, dia selanjutnya membuat tempat untuk menetaskan telur-telur penyu tersebut yang didesain secara alami.</p>
<h2>49 hari 50 telur penyu hanya yang hidup 30 ekor</h2>
<p>Dari 50 butir telur yang ditetaskan, hanya 33 butir yang menetas namun tiga di antaranya mati.</p>
<p>&#8220;Normalnya, lama penetasan telur penyu itu 45 hari, namun karena pengaruh cuaca dan suhu, telur-telur itu baru menetas setelah 49 hari. Setiap harinya, saya harus mengeluarkan anggaran Rp10.000-Rp15.000 untuk membeli pakan berupa kerang-kerangan untuk tukik-tukik itu.&#8221; katanya.</p>
<p>Jumawan mengatakan puluhan tukik yang telah berusia sekitar tiga bulan itu dalam penanganannya dilakukan tanpa bantuan orang lain. Selanjutnya diserahkan kepada BKSDA untuk dilepasliarkan di Pantai Sodong.</p>
<p>Dia mengharapkan dengan adanya pelepasliaran puluhan tukik yang disertai dengan sosialisasi yang dilakukan oleh BKSDA, masyarakat memahami bahwa. Penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi sehingga harus dijaga kelestariannya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Provinsi Jawa Tengah Sutarno mengatakan. Pelepasliaran tukik sangat penting dilakukan terutama dalam rangka pelestarian penyu itu sendiri dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan data, di dunia ada tujuh jenis penyu, sementara yang enam jenis ada di negara kita. Tentunya kita harus bangga dan harus mempertahankan serta melestarikannya. Tentunya peran dari masyarakat sangat penting sekali karena yang langsung berhubungan dengan pantai adalah masyarakat setempat.&#8221; katanya.</p>
<p>Sumber : Antara</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
