<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Gandrungmangu &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/gandrungmangu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Dec 2021 15:21:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Gandrungmangu &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Viral, Nantangin Warga Gandrungmangu dan Polres Cilacap, Seorang Warga Ciamis ini Kikuk Setelah Diringkus</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-41864/viral-nantangin-warga-gandrungmangu-dan-polres-cilacap-seorang-warga-ciamis-ini-kikuk-setelah-diringkus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2021 11:39:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrungmangu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-41864/viral-nantangin-warga-gandrungmangu-dan-polres-cilacap-seorang-warga-ciamis-ini-kikuk-setelah-diringkus</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Media sosial merupakan tempat untuk berbagi (sharing) kepada sesama pengguna, namun ada rambu-rambu yang tidak boleh dilakukan, di antaranya yakni menyebarkan ujaran kebencian, mencaci maki dan mengancam.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Media sosial merupakan tempat untuk berbagi (sharing) kepada sesama pengguna, namun ada rambu-rambu yang tidak boleh dilakukan, di antaranya yakni menyebarkan ujaran kebencian, mencaci maki dan mengancam.</p>
<p>Pasalnya diketahui bahwa Indonesia memiliki undang-undang, yakni Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).</p>
<p>Pelaku UU ITE bisa dikenakan Pasal 27 ayat (3) dan akan dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) UU ITE.</p>
<p>Adapun sanksi pidana kepada pelaku UU ITE yakni penjara maksimum 6 tahun atau denda maksimum 1 milyar rupiah.</p>
<p>Tersebutlah dari platform media sosial, seorang pria asal Ciamis berhasil diringkus Polres Cilacap, Polda Jawa Tengah yang diakibatkan karena menuliskan status bernada ancaman di media sosial Facebook.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, Pria berinisial HT ini dengan berani menantang warga Gandrungmanis, Kecamatan Gandrungmangu dan Polres Cilacap.</p>
<p>Dalam status di akun facebooknya, HT menuliskan bahwa ia tak takut dengan warga Gandrungmanis, Gandrungmangu.</p>
<p>Pria tersebut menantang warga dan mengancam akan mengampak warga yang menurutnya telah berani menyakiti ibunya.</p>
<p>Uniknya pria tersebut dalam statusnya menggunakan bahasa jawa ngapak khas Cilacap, Banyumasan, disinyalir HT merupakan salah seorang warga yang tinggal di Ciamis bagian Timur yang notebene bahasa jawa ngapak juga ada yang digunakan di sana.</p>
<p>Berdasarkan statusnya yang telah Cilacap.info terjemahkan ke bahasa Indonesia melalui kanal <a href="https://news.cilacap.info">NEWS PORTAL TRENDS</a>, pria tersebut menuliskan status seperti berikut:</p>
<p>&#8220;Berani-beraninya warga Gandrungmanis menyakiti ibu saya, apa mau diserbu, Polres Cilacap Komandannya siapa, mau saya bantai dan gorok lehernya, sini Polres Cilacap maju semua.&#8221; Tulis HT di akun Facebooknya.</p>
<p>Sontak dengan unggahan HT tersebut, warga Gandrungmanis yang geram akan tingkah polah HT kemudian melaporkan perihal tersebut kepada Polres Cilacap.</p>
<p>Tak menunggu lama, Polsek Gandrungmangu dan Polres Cilacap yang mendapat laporan dari masyarakat kemudian berhasil membekuk HT dan membuatnya kikuk.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/pelaku-UU-ITE-asal-Ciamis-berhasil-dibekuk-Polres-Cilacap.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[pelaku UU ITE asal Ciamis berhasil dibekuk Polres Cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/pelaku-UU-ITE-asal-Ciamis-berhasil-dibekuk-Polres-Cilacap-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[pelaku UU ITE asal Ciamis berhasil dibekuk Polres Cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ditinggal Salat Jum&#8217;at, Toko Emas di Gandrungmangu di Bobol, 2 Pelakunya Kini Berhasil Ditangkap</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-32036/ditinggal-salat-jumat-toko-emas-di-gandrungmangu-di-bobol-2-pelakunya-kini-berhasil-ditangkap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 10:23:37 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrungmangu]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Cilacap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-32036/ditinggal-salat-jumat-toko-emas-di-gandrungmangu-di-bobol-2-pelakunya-kini-berhasil-ditangkap</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Kepolisian Resor Cilacap berhasil mengamankan 2 (dua) tersangka yang menggasak toko emas di Gandrungmangu saat ditinggal untuk menunaikan salat jum&#8217;at oleh pemiliknya. Ke-dua pelaku ini berasal dari daerah yang berbeda.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kepolisian Resor Cilacap berhasil mengamankan 2 (dua) tersangka yang menggasak toko emas di Gandrungmangu saat ditinggal untuk menunaikan salat jum&#8217;at oleh pemiliknya. Ke-dua pelaku ini berasal dari daerah yang berbeda.</p>
<p>Dari keterangan Polisi seperti yang telah dirilis kemarin, bahwa 2 orang komplotan pencuri tersebut, masing-masing bernama Toto (54) yang merupakan warga dari Kecamatan Cipondoh, Kota Tanggerang.</p>
<p>Sedangkan satunya lagi bernama Dayat (49) yang merupakan warga Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dayat ini menurut keterangan Polisi, adalah otak pencurian.</p>
<p>Penangkapan itu dilakukan berkat kerja sama antara jajaran Satreskrim Polres Cilacap dengan Unit Jatanras Polda Jawa Tengah.</p>
<p>Kapolres Cilacap, AKBP Dery Agung Wijaya menjelaskan, aksi para tersangka dilakukan pada bulan Juli lalu, yang mana toko emas itu tutup dikarenakan pemiliknya hendak menjalankan ibadah Salat Jum&#8217;at.</p>
<p>&#8220;Jadi, para tersangka tersebut masuk ke dalam toko dengan memanjat tiang antena TV, lalu merusak atap toko, dan kemudian memotong teralis yang ada di atas eternity. Selanjutnya menjebol enternit dan turn menggunakan tali tambang.&#8221; Terang Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya, Jumat (4/9/2020) seperti yang dirilis <strong>Tribratanews Jateng</strong>.</p>
<p>Lebih lanjut, empat orang tersangka yang melakukan aksi kemudian menggasak seluruh emas yang ada di dalam toko. &#8220;Sekitar 2 kilogram emas tersangka curi dari toko tersebut. Sehingga toko Emas bernama Lancar Rejeki itu mengalami kerugian mencapai Rp 700 juta lebih.&#8221; Jelasnya.</p>
<p>Dari keterangan Kapolres, bahwa para pelaku sebelum melakukan aksinya itu, mereka telah mengamati kebiasaan dari toko emas tersebut selama kurang lebih dua bulan.</p>
<p>&#8220;Jadi, tersangka melakukan aksinya saat toko emas tersebut tutup di waktu salat jum&#8217;at. Diketahui, bahwa toko emas yang berada di Gandrungmangu itu tutup pada saat Salat Jumat. Mengamati hal itu, tersangka kemudian melakukan aksi pencurian.&#8221; Ungkap Kapolres.</p>
<p>Petugas sampai saat ini terus melakukan pengembangan kasus tersebut, dan mencari barang bukti emas yang dijual ke para penadah.</p>
<p>2 orang dari 4 tersangka telah ditangkap dan dua tersangka lainnya masih dalam pencarian.</p>
<p>Selain menangkap 2 pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yang di antaranya yakni 1 buah mobil rental yang digunakan untuk melakukan aksi pencurian.</p>
<p>Barang bukti lainnya, yakni sepeda motor yang dibeli dari hasil kejahatan, satu buah tape, tas koper, sepatu, sandal, gunting, linggis, pakaian, tali tambang, uang sebesar Rp 4,8 juta rupiah.</p>
<p>Toto, salah satu tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aksinya tersebut. Sebelumnya dia mengatakan jika tidak sengaja makan di warung depan toko emas tersebut.</p>
<p>&#8220;Saat makan di warung depan toko, saya mendengar rolling door ditutup kencang, lalu saya perhatikan, jika emasnya masih ditaruh di dalam, akhirnya saya pelajari.&#8221; Katanya.</p>
<p>Dia yang mengaku sebagai penjual kayu ini melakukan aksinya bersama tiga orang lainnya. Selanjutnya setelah berhasil menggasak emas, langsung dibawa kabur ke luar kota.</p>
<p>Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, 2 tersangka tersebut dijerat dengan pasal 363 KUHP juncto pasal 480 KUHP. Yakni tentang pencurian dengan pemberatan. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Santri asal Gandrungmangu ditemukan Tewas di Baturraden Banyumas</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-23455/santri-asal-gandrungmangu-ditemukan-tewas-di-baturraden-banyumas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2020 07:07:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Baturraden]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrungmangu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-23455/santri-asal-gandrungmangu-ditemukan-tewas-di-baturraden-banyumas</guid>

					<description><![CDATA[BANYUMAS,  aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; SN (15) santri Ponpes al Amin yang berasal dari Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap ditemukan telah meninggal dunia di sungai pelus.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS, <a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; SN (15) santri Ponpes al Amin yang berasal dari Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap ditemukan telah meninggal dunia di sungai pelus.</p>
<p>Korban ditemukan meninggal dunia di antara bebatuan di sungai tersebut pada Kamis 5 Maret 2020 kemarin.</p>
<p>Penemuan jasad korban bermula dari laporan warga sekitar yang juga memiliki warung.</p>
<p>Awalnya warga yang melaporkan hal itu melihat ada sebuah tas tergeletak di jembatan yang berlokasi di areal wisata Curug Telu.</p>
<p>Kemudian ia memberitahukan hal itu dengan membawa tas yang ditemukannya itu ke pihak pengelola wisata.</p>
<p>Pihak Pengelola wisata kemudian melaporkan perihal penemuan tas ke kepolisian sektor Baturraden Polres Banyumas.</p>
<p>Petugas kemudian meluncur ke lokasi, dan juga beberapa unsur terlibat pencarian, seperti Babinsa dari Koramil Setempat dan juga relawan kemanusiaan.</p>
<p>Setelah tim gabungan mencarinya, sesosok mayat pemuda ditemukan di sungai pelus terhimpit di antara bebatuan.</p>
<p>Kemudian, petugas segara membawanya untuk dilakukan visum atau pemeriksaan.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan hasil visum di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, tidak ditemukan unsur penganiayaan pada tubuh korban.&#8221; Terang AKP Mugiono selaku Kapolsek Baturraden.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>4 Warga Desa Gandrungmangu Cilacap Berunjukrasa Terkait Proyek JJLS</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-22895/4-warga-desa-gandrungmangu-cilacap-berunjukrasa-terkait-proyek-jjls</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 23:05:30 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bantarsari]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrungmangu]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungreja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-22895/4-warga-desa-gandrungmangu-cilacap-berunjukrasa-terkait-proyek-jjls</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Rabu 19 Februari 2020, Warga dari 4 desa di kecamatan Gandrungmangu berunjukrasa terkait proyek JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan). Pasalnya jalan tersebut seolah terbengkalai sejak proyek jalan tersebut dimulai yang terhitung sudah ada 1 tahun.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Rabu 19 Februari 2020, Warga dari 4 desa di kecamatan Gandrungmangu berunjukrasa terkait proyek JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan). Pasalnya jalan tersebut seolah terbengkalai sejak proyek jalan tersebut dimulai yang terhitung sudah ada 1 tahun.</p>
<p>Hal tersebut mengakibatkan warga geram terlebih jalur tersebut (yang menghubungkan Kecamatan Kedungreja, Gandrungmangu, Bantarsari) digunakan untuk masalah Pendidikan dan juga Perekonomian. Dalam aksi unjukrasa tersebut juga terlihat spanduk-spanduk dengan tulisan.</p>
<p>&#8220;Pak Jaksa Anda ada dimana, Proyek ini Amburadul.&#8221; &#8220;Proyek JJLS belum Sosialisasi&#8221;. &#8220;Pak DPR Proyek ini wajib di Audit.&#8221; Tulisan dalam spanduk tersebut yang juga masih terdapat sejumlah spanduk lagi.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, Nur Dawam selaku Koordinator Aksi mengatakan. Bahwa sejak dimulainya proyek JJLS tersebut tidak adanya sosialisi baik kepada masyarakat, desa, maupun kecamatan.</p>
<p>&#8220;Anggaran ada tapi tidak ada langkah sosialiasi. Begitu juga pemadatan tanah, tidak adanya uji laboratorium.&#8221; Kata Nur yang juga ketua forum peduli JJLS.</p>
<p>Bahkan, masih kata Nur, warga yang turut andil dalam menyuplai material belum dibayarkan. &#8220;Sudah 4 bulan warga yang ikut menyuplai material tidak dibayar.&#8221; Imbuhnya.</p>
<p>Nur menilai bahwa warga juga merasa senang adanya proyek Pembangunan JJLS, Bahkan sangat mendukung pembangunan, namun melihat tidak adanya kelanjutan sehingga menimbulkan hal negatif.</p>
<p>&#8220;Dengan dampak yang ditimbulkan ini, warga merugi terutama dalam hal perekonomian seperti perdagangan. Selain itu, dampak yang ditimbulkan akibat hal ini, yakni jalan licin dan menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan.&#8221; Katanya.</p>
<p>Sementara itu, terlihat jalan yang menjadi proyek pengerjaan JJLS tampak berlumpur akibat hujan, sehingga tanah tampak seperti halnya bubur.</p>
<p>Dalam aksi yang dilakukan 4 warga desa Cisumur, Sidaurip, Bulusari, dan Gandrungmanis juga dijaga oleh sejumlah aparat kepolisian dari resor Cilacap.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>3 Kecamatan di Cilacap Barat Dilanda Angin Puting Beliung</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-22264/3-kecamatan-di-cilacap-barat-dilanda-angin-puting-beliung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2020 18:20:45 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrungmangu]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungreja]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Puting Beliung]]></category>
		<category><![CDATA[Wanareja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-22264/3-kecamatan-di-cilacap-barat-dilanda-angin-puting-beliung</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Terhitung di awal bulan februari 2020 sudah ada 3 (tiga) kecamatan di wilayah Cilacap bagian barat dilanda angin puting beliung. Adapun ke-3 kecamatan tersebut yakni Gandrungmangu, Wanareja, Kedungreja.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Terhitung di awal bulan februari 2020 sudah ada 3 (tiga) kecamatan di wilayah Cilacap bagian barat dilanda angin puting beliung. Adapun ke-3 kecamatan tersebut yakni Gandrungmangu, Wanareja, Kedungreja.</p>
<p>Hal tersebut dikatakan Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Cilacap Budiono. Bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 1 Februari 2020 sekira pukul 16.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Kondisi yang terjadi tersebut yakni Akibat Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi disertai angin kencang.&#8221; Ucap Budiono.</p>
<p>Masih Terang Budiono, Bahwa Akibat bencana tersebut, berdasarkan data yang diperoleh bahwa ada sebanyak 7 rumah mengalami rusak. Antaranya 3 unit rumah rusak ringan, 3 unit rusak berat, 1 unit rusak Sedang.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah dalam peristiwa ini tidak mengakibatkan adanya korban jiwa, namun hanya kerugian bangunan akibat angin puting beliung.&#8221; Ucapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Tak Sanggup Menahan Beban Warga Gandrungmangu Pilih Gantung Diri</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-17017/tak-sanggup-menahan-beban-warga-gandrungmangu-pilih-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Aug 2019 16:53:48 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bunuh Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrungmangu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-17017/tak-sanggup-menahan-beban-warga-gandrungmangu-pilih-gantung-diri</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Petani berinisial SJ (52) warga Ciaur RT 4 RW 5, Gintungreja, Gandrungmangu pilih akhiri hidup dengan cara gantung diri.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Petani berinisial SJ (52) warga Ciaur RT 4 RW 5, Gintungreja, Gandrungmangu pilih akhiri hidup dengan cara gantung diri.</p>
<p>Ia SJ diduga melakukan tindakan bunuh diri karena sudah tidak tahan dengan beban yang di miliki. Pasalnya SJ diketahui memilik seorang anak laki-laki yang mengalami lumpuh yang disebabkan karena terjatuh dari pohon sekitar 2 tahun yang lalu. Dan anaknya tersebut tidak kunjung-kunjung sembuh.</p>
<p>Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto S.I.K. M.H. melalui Kapolsek Gandrungmangu IPTU Siswanto menjelaskan. SJ pertama kali ditemukan di lahan kosong. Berjarak 150 meter dari rumahnya oleh salah seorang warga yang tengah mencari rumput, Ibu Poniyah (60). Selasa (20/8/2019).</p>
<p>&#8220;Jadi, dari laporan saksi yang menemui SJ ini, SJ ditemukan gantung diri di lahan kosong yang berada tidak jauh dari rumahnya,&#8221; Kata Kapolsek Jum&#8217;at (23/8/2019).</p>
<p>Lebih lanjut, Kapolsek mengatakan bahwa. Mengetahui adanya seorang gantung diri dengan wajah yang dikenali. Ibu Poniyah kemudian berlari dengan berteriak meminta tolong dan menemui keluarga SJ.</p>
<p>&#8220;Usai Ibu Poniyah menemui keluarga SJ, keluarga kemudian bergegas menuju TKP bersama saksi mata dan kemudian memutus tali sepanjang 2 meter yang menjerat leher SJ yang dikaitkan pada pohon kelapa,&#8221; Terang Iptu Siswanto.</p>
<p>Kapolsek menambahkan. Mendapati adanya laporan dari warga yang mengatakan ada orang gantung diri, Petugas Polisi dari sektor Gandrungmangu segera menuju lokasi. Kemudian SJ di bawa ke Puskesmas Gandrungmangu guna dilakukan pemeriksaan.</p>
<p>&#8220;Dari hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Gandrungmangu, dokter menyatakan tidak ada tanda-tanda yang diakibatkan karena tindak kekerasan. Namun dijumpai tanda bekas gantung diri. Dimana pada pangkal leher terdapat bekas jeratan tali dan pada anus mengeluarkan kotoran serta pada kemaluan korban mengeluarkan cairan putih,&#8221; Kata Kapolsek.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
