<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Gunung Semeru &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/gunung-semeru/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Jan 2022 17:55:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Gunung Semeru &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Viral, Sesajen Ditendang di Gunung Semeru</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-43123/viral-sesajen-ditendang-di-gunung-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bayu Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2022 17:53:59 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-43123/viral-sesajen-ditendang-di-gunung-semeru</guid>

					<description><![CDATA[LUMAJANG,  aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211;  &#8211; Sebuah tayangan video berdusari 24 detik viral di media sosial lantaran seorang pria menendang sesajen di Gunung Semeru.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, <a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; </strong> &#8211; Sebuah tayangan video berdusari 24 detik viral di media sosial lantaran seorang pria menendang sesajen di Gunung Semeru.</p>
<p>Dijumpai <a href="https://news.cilacap.info">NEWS PORTAL TRENDS</a>, Senin, 10 Januari 2022 di Twitter adapun Unggahan itu telah ditonton sebanyak 1.1 juta kali.</p>
<p>&#8220;Janganlah berlaku sombong dengan tidak menghormati kearifan lokal, adat dan budaya lainnya. Kejadian di Sumbersari, Lumajang.&#8221; Cuit pemilik akun <strong>setiawan3832</strong> dalam unggahannya yang menampilkan tayangan video seorang pria menendang sesajen.</p>
<p>Masih menurut akun tersebut, bahwa masyarakat di sana masih heterogen dan banyak penganut hindu.</p>
<p>&#8220;Masyarakat Lumajang masih heterogen. Banyak penganut kepercayaan. Bahkan di Sumbersari Pronojiwo banyak penganut Hindu.&#8221; Tulisnya.</p>
<p>Pwmilik akun twitter Setiawan3832 juga menjelaskan bahwa kejadian itu bermula pasca masyarakat setempat mengadakan acara sedekah.</p>
<p>&#8220;Masyarakat Sumbersari, Lumajang habis mengadakan acara sedekah desa dan ruwatan untuk memohon keselamatan dari bencana tapi diperlakukan seperti ini.&#8221; Tulisnya lagi.</p>
<p>Sontak unggahan video itu pun menjadi ramai di media sosial dan menimbulkan pro dan kontra.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/tangkapan-layar-seorang-pria-membuang-dan-menendang-sesajen-di-Gunung-Semeru.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[tangkapan layar seorang pria membuang dan menendang sesajen di Gunung Semeru]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/tangkapan-layar-seorang-pria-membuang-dan-menendang-sesajen-di-Gunung-Semeru-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[tangkapan layar seorang pria membuang dan menendang sesajen di Gunung Semeru]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Awas Hoax Kabar Viral Semeru Erupsi Karena Habib Muhdor diusir Warga</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-42251/awas-hoax-kabar-viral-semeru-erupsi-karena-habib-muhdor-diusir-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2021 16:56:53 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cek Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[GMNU TV]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Muhdor]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-42251/awas-hoax-kabar-viral-semeru-erupsi-karena-habib-muhdor-diusir-warga</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Beredar video viral di media sosial terkait erupsi gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur karena ada habib yang diusir oleh 40 orang warga 3 hari sebelum terjadinya erupsi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Beredar video viral di media sosial terkait erupsi gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur karena ada habib yang diusir oleh 40 orang warga 3 hari sebelum terjadinya erupsi.</p>
<p>Adapun pengakuan tersebut diucapkan oleh orang yang mengaku dari Aliansi Ulama Madura (AUMA) di ruang Komisi III DPR.</p>
<p>Terkait video tersebut ternyata pernyataan tersebut adalah hoax alias tidak benar.</p>
<p>Dikutip <a href="https://news.cilacap.info">NEWS PORTAL TRENDS</a> melansir kanal youtube GMNU TV, Senin 13 Desember 2021.</p>
<p>Dimana dalam salah satu video di kanal youtube GMNU TV terdapat pernyataan dari seorang Habib bersangkutan, yakni Habib Muhdor bin Ali Al-Muhdor melalui seseorang yang berniat bertemu sekaligus mengklarifikasi berita yang tengah beredar dan viral.</p>
<p>Bahwa Habib Ali bukan diusir warga, meskipun memang pernah ada perselisihan dengan orang yang tidak bisa disebutkan namanya.</p>
<p>Adapun terkait 40 orang yang mengusir habib itu adalah hoax dan Habib Muhdor sendiri secara sukarela meninggalkan kediaman beliau yang sebelumnya ia tempati.</p>
<p>Sementara ini Habib Muhdor dan keluarganya Alhamdulillah selamat dan ada yang menampung.</p>
<p>Oleh sebab itu, pria berpakaian hitam dan peci putih yang mengunjungi Habib Muhdir guna mengklarifikasi terkait viralnya pengusiran habib Muhdor, ia meminta tolong jangan melakukan penggiringan opini dengan mengait-ngaitkan permasalahan Habib Muhdor dengan musibah yang terjadi di Lumajang.</p>
<p>Karena musibah ini merupakan peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>Pria tersebut mengatakan bahwa Ia mengkonfirmasi ke Habib Muhdor tanpa ada paksaan dari siapapun.</p>
<p>Selain itu Habib tidak pernah melakukan penggiringan opini kesana kemari terkait pengusiran.</p>
<p>Adapun terkait yang sedang memviralkan hal tersebut ia meminta agar jangan ditanggapi.</p>
<p>Ia juga berpesan kepada pegiat media sosial untuk lebih bijaksana dalam bermedia sosial.</p>
<p>Demikian percakan di dalam video youtube yang diunggah GMNU TV.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/tangkapan-layar-video-youtube-GMNU-TV-klarifikasi-Habib-Muhdor-Lumajang.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[tangkapan layar video youtube GMNU TV klarifikasi Habib Muhdor Lumajang]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/tangkapan-layar-video-youtube-GMNU-TV-klarifikasi-Habib-Muhdor-Lumajang-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[tangkapan layar video youtube GMNU TV klarifikasi Habib Muhdor Lumajang]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
