<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Khazanah &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/khazanah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Nov 2022 09:47:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Khazanah &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Perhitungan Malam Lailatul Qadar Dalam Manaqib Syaikh Abu al Hasan asy Syadzili</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-38328/perhitungan-malam-lailatul-qodar-dalam-manaqib-syaikh-abu-al-hasan-asy-syadzily</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2021 17:00:42 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Lailatul Qodar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-38328/perhitungan-malam-lailatul-qodar-dalam-manaqib-syaikh-abu-al-hasan-asy-syadzily</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan pada tahun ini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan pada tahun ini.</p>
<p>Tidak terasa, bahwa puasa ramadhan akan memasuki hari ke 15 pada Selasa (27/04/2021).</p>
<p>Semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala memberikan Ampunan untuk kita semua dengan berlomba-lomba mengisi kegiatan yang bermanfaat, seperti tadarusan, salat tarawih, salat malam dan berbagai kegiatan yang baik lainnya.</p>
<p>Keistimewaan bulan ramadhan juga ditunggu-tunggu oleh umat muslim, salah satunya yakni Malam Lailatul Qadar.</p>
<p>Malam laitul Qadar adalah malam penetapan yang lebih baik dari seribu bulan.</p>
<p>Menurut al-hadits, sebagaimana diterangkan kembali oleh para ulama bahwasanya malam lailatul qadar jatuh pada 10 malam terakhir ramadhan.</p>
<p>Dimana disebutkan bahwa datangnya yakni pada malam ganjil.</p>
<p>&#8220;Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan).&#8221; Hadits Riwayat Imam al-Bukhari dari Aisyah radliyallahu ‘anha.</p>
<p>Malam ini adalah malam yang sangat istimewa, sehingga apabila hamba Allah dapat menggapai malam ini, maka do&#8217;anya akan dikabulkan, dan tidak sedikit kaum muslimin mengejar kebaikan di malam-malam lailatul qadar.</p>
<p>Tanda-tanda datangnya lailatul qadar sebagai dilansir laman NU Online, Dalam Mu&#8217;jam at- Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.&#8221;</p>
<p>Sebagaimana dalam manaqib Syekh Abu al Hasan asy Syadzili, Ulama Maghribi yang juga Shultonul Auliya menjelaskan tentang datangnya malam lailatul qadar.</p>
<p>Abu al Hasan asy Syadzili mengatakan. Yakni apabila awal puasa ramadhan jatuh pada hari ahad maka lailatul qadarnya jatuh pada malam 29. Awal puasa pada hari senin, lailatul qadarnya malam 21.</p>
<p>Awal puasa pada hari selasa, lailatul qadarnya malam 27. Awal puasa pada hari rabu lailatul qadarnya malam 19. Awal puasa pada hari kamis, lailatul qadarnya malam 25.</p>
<p>Awal puasa pada hari Jum’at, maka lailatul qadarnya pada malam 17. Sedangkan bila awal puasa pada hari sabtu maka lailatul qadarnya jatuh pada malam 23.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Masjid-Malaka-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Masjid Malaka]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Masjid-Malaka-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Masjid Malaka (Pixabay)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Khazanah: Keutamaan Bulan Ramadhan</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-38117/khazanah-keutamaan-bulan-ramadhan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2021 18:56:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-38117/khazanah-keutamaan-bulan-ramadhan</guid>

					<description><![CDATA[Bagi mereka yang berpuasa di bulan Ramadan, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi mereka yang berpuasa di bulan Ramadan, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.</p>
<p>Suatu hari Rasulullah SAW ditanya tentang keutamaan bulan Ramadan. Dengan senang hati beliau menerangkan kepada para sahabat yang berkumpul di rumahnya. Inilah cerita Rasulullah SAW,&#8221;Sesungguhnya surga itu wangi, dan selalu dihiasi dari tahun ke tahun. Bila malam pertama bulan Ramadan datang, bertiuplah angin Al-Muthsirah dari surga Arsy. Embusan angin itu membuat daun-daun di pepohonan surga saling bergesekan dan menimbulkan dengungan sangat indah yang belum pernah didengar manusia. Kemudian muncul para bidadari di halaman surga dan memanggil-manggil: Adakah orang yang memohon kepada Allah, agar dia menikahkan daku dengannya?&#8221;</p>
<p>Lalu para bidadari itu bertanya kepada Malaikat Ridwan penjaga surga, &#8220;Malam apakah ini?&#8221; Jawab Malaikat Ridwan, &#8220;Ini adalah malam pertama bulan Ramadan.&#8221; </p>
<p>Setelah itu pintu-pintu surga dibuka untuk umat Muhammad yang berpuasa. Allah SWT lalu memerintahkan Malaikat Ridwan membuka pintu surga dan Malaikat Malik menutup pintu neraka. Sedang Malaikat Jibril diperintahkan turun ke bumi, &#8220;Rantailah setan-setan, belenggulah mereka.Lemparkan mereka ke lautan agar tidak mengganggu puasa umat Muhammad, kekasihku.&#8221; </p>
<p>Rasulullah SAW lalu mengingatkan kepada para sahabat bahwa, pada setiap malam Ramadan, Allah SWT selalu mengerahkan malaikat untuk mencatat amalan manusia yang berpuasa, sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadis qudsi, &#8220;Aku akan penuhi permohonan mereka yang memohon; Aku akan terima tobat mereka yang bertobat; Aku akan mengampuni mereka yang mohon ampun. Dan siapa yang memberi pinjaman kepada Zat yang Mahakaya, ia tidak akan kekurangan, karena Zat yang memenuhi janji tanpa menganiaya.&#8221;</p>
<p>Para sahabat tertegun mendengar pernyataan Rasulullah SAW itu. Lalu beliau melanjutkan, &#8220;Ketika berbuka puasa, Allah SWT membebaskan sejuta roh, dan hal itu berlangsung hingga akhir Ramadan.&#8221; Dan bila tiba malam Lailatulkadar, Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril turun ke bumi bersama serombongan malaikat. Mereka membawa bendera hijau dan menancapkannya di puncak Ka&#8217;bah.</p>
<p>Malaikat Jibril memiliki 100 sayap, dua sayap di antaranya tak pernah dibentangkan kecuali hanya pada malam Lailatulkadar. Jika kedua sayapnya dibentangkan, luasnya meliputi Timur dan Barat. Kemudian ia menyerukan kepada para malaikat agar memberi salam kepada orang-orang yang beribadah dan berzikir. Para melaikat menjabat tangan dan mengamini doa mereka sampai terbit fajar. Ketika fajar terbit, Jibril menyeru para malaikat, &#8220;Wahai para malaikat, berpencarlah!&#8221;</p>
<p>Para malaikat bertanya,&#8221;Wahai Jibril, apa yang akan Allah perbuat? Apakah sehubungan dengan hajat orang-orang mukmin dari umat Muhammad SAW?&#8221;</p>
<p>Jibril menjawab, &#8220;Allah memandang mereka pada malam itu, dan memaafkan mereka, kecuali empat golongan.&#8221;</p>
<p><strong>Penerimaan Hadiah</strong> </p>
<p>&#8220;Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?&#8221; tanya para sahabat.</p>
<p>Beliau menjawab, &#8220;Mereka adalah orang yang meminum arak, yang durhaka kepada orang tua, yang memutus tali silaturahmi, dan yang memusuhi sesama manusia.&#8221; </p>
<p>Tapi para sahabat belum puas, kemudian kembali bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, siapakah yang memusuhi sesama manusia?&#8221; Jawab Rasul, &#8220;Mereka adalah orang yang membenci dan memutuskan silaturahmi.&#8221;</p>
<p>Setelah itu beliau menggambarkan kondisi malam Hari Raya Idulfitri. &#8220;Malam itu disebut malam Jai&#8217;zah (malam penerimaan hadiah). Ketika tiba hari raya esok harinya, Allah mengutus para malaikat ke setiap negeri di bumi. Mereka memenuhi jalan-jalan dan menyeru dengan suara yang terdengar oleh semua makhluk, kecuali jin dan manusia.&#8221;</p>
<p>Para malaikat berseru, &#8220;Wahai umat Muhammad! Keluarlah menuju Allah, yang Mahamulia, yang akan mengaruniakan hadiah dan menghapuskan dosa-dosa besar.&#8221; Dan apabila mereka datang ke musala, Allah SWT berfirman kepada para malaikat, &#8220;Apakah balasan bagi seorang pekerja apabila ia telah menyelesaikan pekerjaannya?&#8221; Jawab para malaikat, &#8220;Wahai Rabb kami, balasan mereka adalah upah mereka sepenuhnya.&#8221;</p>
<p>Menurut Rasulullah SAW, gambaran tentang semua itu sesuai dengan firman Allah (dalam hadis qudsi), &#8220;Sesunguhnya Aku menjadikan kalian saksi, wahai para malaikat-Ku, bahwa sesungguhnya Aku telah memberikan rida dan ampunan-Ku sebagai balasan karena puasa dan Tarawih mereka di bulan Ramadan.&#8221;</p>
<p>Allah SWT berseru, &#8220;Wahai hamba-hamba-Ku, mohonlah kepada-Ku. Maka demi kemuliaan-Ku dan kebesaran-Ku, tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Ku di pertemuan ini untuk akhiratmu kecuali Aku akan memberimu. Tidak juga untuk keperluan duniamu, kecuali Aku akan memandang kemaslahatanmu. Maka demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan tutupi kesalahan-kesalahanmu selama kalian takut kepada-Ku. Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku tidak akan menghinakan kalian dan tidak akan Aku perlihatkan aib-aibmu di depan orang-orang yang melanggar batas. Bertebaranlah kalian dengan membawa ampunan. Sungguh, kalian telah rida kepada-Ku dan Aku pun telah rida kepada kalian.&#8221; </p>
<p>Mendengar jawaban Allah SWT (dalam hadis qudsi tersebut), para malaikat pun bersuka cita. Lalu Rasulullah SAW melanjutkan, &#8220;Ini menandakan bahwa Allah SWT telah memberi karunia kepada umat Muhammad SAW saat mereka sedang merayakan Idulfitri. Itu sebabnya, para malaikat bersuka cita karena ingin seperti mereka. Wajarlah para malaikat senantiasa bermohon kepada Allah SWT agar bisa dijadikan seperti umat Muhammad SAW. Ini tercermin dalam munajat para malaikat, &#8220;Ya Allah, jadikanlah kami seperti umat Muhammad SAW.&#8221; (HR Ibnu Hibban).</p>
<p>Luar biasa! Para malaikat ingin seperti manusia yang mendapat prioritas utama untuk bisa meraih keutamaan bulan Ramadan. Maka selayaknyalah jika kita, manusia, bersungguh-sunguh beribadah di bulan Ramadan. Mari kita sambut bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan meraih keutamaan-keutamaannya. (Riwayat Bukhari dan Muslim). (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>April bukan April Mop, Namun Bulan Menuju Puasa Ramadhan tahun 2020</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-24755/april-bukan-april-mop-namun-bulan-menuju-puasa-ramadhan-tahun-2020</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2020 05:41:16 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[April Mop]]></category>
		<category><![CDATA[April Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-24755/april-bukan-april-mop-namun-bulan-menuju-puasa-ramadhan-tahun-2020</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Bulan April bukannya April Mop, namun bulan yang akan menuju pada puasa Ramadhan pada tahun 2020 ini. Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang mana dirindukan oleh umat islam di seluruh belahan dunia tidak terkecuali di indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bulan April bukannya April Mop, namun bulan yang akan menuju pada puasa Ramadhan pada tahun 2020 ini. Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang mana dirindukan oleh umat islam di seluruh belahan dunia tidak terkecuali di indonesia.</p>
<p>Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, bulan yang penuh akan keberkahan. Dimana puda bulan ini, umat muslim saling berlomba-lomba untuk mendapatkan Ridho Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>Dilansir NU Online.</p>
<p>Perintah untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh rasa kegembiraan termaktub dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:</p>
<p>قَدْ آتََاكُمْ رَمَضَانُ سَيِّدُ الشُّهُوْرِ فَمَرْحَبًا بِهِ وَاَهْلاً جَاءَ شَهْرُ الصِّيَامِ بِبَرَكَاتٍ فَأكْرِمْ بِهِ</p>
<p>Artinya: &#8220;Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka hendaklah engkau mengucapkan selamat datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan segenap berkah di dalamnya maka hendaklah engkau memuliakannya.&#8221;</p>
<p>Anjuran Puasa Ramadhan bagi Muslim adalah Wajib, sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur&#8217;an, Bahwasanya Allah SWT Berfirman: &#8220;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.&#8221; (QS Albaqarah 2: 183)</p>
<p style="text-align: right!">Referensi: <a href="https://islam.nu.or.id/khutbah/menyambut-bulan-suci-ramadhan-Jp3uQ" rel="noopener" target="_blank">NU Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
