<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Kisah &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/kisah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Mar 2024 15:37:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Kisah &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Menilik Kisah Seram Penjara di Tengah Laut Bernama Nusakambangan</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-132/menilik-kisah-seram-penjara-ditengah-laut-bernama-nusakambangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 13:07:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nusakambangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-132/menilik-kisah-seram-penjara-ditengah-laut-bernama-nusakambangan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Beberapa hari terakhir, Penjara Nusakambangan tengah ramai dibicarakan, seperti apa dan bagaimana kisah seram penjara tengah laut di sebuah pulau bernama Nusakambangan yang masih masuk wilayah Cilacap ini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Beberapa hari terakhir, Penjara Nusakambangan tengah ramai dibicarakan, seperti apa dan bagaimana kisah seram penjara tengah laut di sebuah pulau bernama Nusakambangan yang masih masuk wilayah Cilacap ini.</p>
<p>Dilansir Channel <a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a>, Nusakambangan adalah sebuah pulau di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat Lembaga Pemasyarakatan berkeamanan tinggi di Indonesia.</p>
<p>Nusakambangan yang letaknya di sebuah pulau ini dikelilingi oleh laut, untuk mecapai lokasinya saja harus dengan menaiki kapal feri dan hanya orang tertentu yang boleh memasuki kawasan ini.</p>
<p>Nusakambangan memiliki julukan populer, yaitu Alcatraznya Indonesia, karena terkenal sebagai tempatnya para Narapidana kelas Kakap dan Lembaga Pemasyarakatan berkeamanan super.</p>
<p>Namun dibalik itu, Nusakambangan menyimpan kisah seram yang mengerikan, sebab di sana masih terdapat semak belukar dan hutan dengan pohon-pohon besar ketika melaluinya.</p>
<p>Di pulau nusakambangan ini juga dihuni oleh beberapa jenis satwa seperti lutung jawa dan kijang, dan dihuni oleh Belasan Macan Tutul dan Macan Kumbang. Dimana ekosistem yang ada di sana bisa dibilang baik untuk keberlangsungan hidup satwa-satwa liar.</p>
<p>Pakan yang ada di sana untuk satwa liar seperti macan juga tersedia, ada kemungkinan Macan Tutul dan Macan Kumbang yang pernah dilaporkan berjumlah 18 ekor di Nusakambangan jumlahnya terus bertambah.</p>
<p>Selain itu di Pulau Nusakambangan dihuni Jenis ular berbisa yang mematikan seperti King Cobra, Ular Tanah (Gibuk) bahkan predator ganas seperti Buaya.</p>
<p>Tidak hanya Buaya, bahkan Jaguar atau Macan Tutul atau macan kumbang juga ada di sana dan sempat terekam kamera.</p>
<p>Selain daripada itu, di pulau ini juga menyimpan cerita mistis yang berkembang, yakni kerap terjadi suara-suara orang menangis dan seperti merasa kesakitan.</p>
<p>Tempat-tempat angker di Pulau Nusakambangan juga pernah masuk acara reality show, dan konon katanya ada suatu tempat yang terbilang sangat angker, yakni tempat untuk eksekusi terpidana mati.</p>
<p>Tak hanya itu, mitos atau cerita rakyat yang beredar bahwa di sana terdapat hewan sejenis reptil menyerupai Komodo yang bernama Kawuk.</p>
<p>Dimana Kawuk ini diceritakan bahwa meski menyerupai Komodo namun jalannya berdiri dan gemar memangsa jasad manusia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Gerbang-Depan-Lembaga-Pemasyarakatan-Nusakambangan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Gerbang Depan Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Gerbang-Depan-Lembaga-Pemasyarakatan-Nusakambangan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Gerbang Depan Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Sandal Hingga Tatto jadi Bupati Cilacap</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-116/kisah-sandal-hingga-tatto-jadi-bupati-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2020 20:55:00 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-116/kisah-sandal-hingga-tatto-jadi-bupati-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Malam kian menunjukan waktu dini hari dan pada jam yang terlihat di sebuah handphone menunjukan pukul 01.00 WIB. Duduk dan bercerita sembari ditemani kopi, roti dan juga gorengan pisang yang sudah dingin.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Malam kian menunjukan waktu dini hari dan pada jam yang terlihat di sebuah handphone menunjukan pukul 01.00 WIB. Duduk dan bercerita sembari ditemani kopi, roti dan juga gorengan pisang yang sudah dingin.</p>
<p>Saat itu awak redaksi <a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; asyik bercerita tentang kisah &#8211; kisah yang ada Cilacap, bersama seorang Gus dari Ciawitali Cimanggu dan juga Haji Murtadlo.</p>
<p>Pada saat asyik bercerita, ada sebuah cerita menarik tentang sebuah misteri dari sepasang sandal bupati Cilacap, Haji Tatto Suwarto Pamuji yang menurut Haji Murtadlo menjadi berkah dan terpilihnya Tatto sebagai orang nomor satu di Cilacap 2 Periode.</p>
<p>Kisah itu bermula saat seorang Kiai, Ulama, Mantan Presiden Republik Indonesia dan juga Cucu dari Hadratus Syaikh Kiai Haji Hasyim Asy&#8217;ari yakni Almaghfurlah Kiai Haji Abdurrahman Wahid sowan ke pondok pesantren (Ponpes) El Bayan Majenag ke Pondok Kiai Haji Najmuddin.</p>
<p>Haji Murtadho menceritakan, saat kedatangan beliau ke ponpes El Bayan Majenang, yakni pada tahun 1999, saat itu Haji Murtadho yang merupakan Ketua Gusdurian Majenang dan Mantan Dewan di DPRD Cilacap fraksi PKB turut mendampingi Almarhum Gusdur.</p>
<p>Haji Murtadlo duduk di belakang Gus Dur dan Kiai Haji Najmuddin, saat duduk tersebut suatu hal yang tak biasa terjadi.</p>
<p>Kiai Najmuddin yang duduk berhadapan dengan Gus Dur tak mengucapkan sepatah kata. Namun gusdur begitu takdzim sembari duduk dan menunduk, beliau mengucapkan. &#8220;Nggih Yai, Nggih Yai.&#8221; Berkali &#8211; kali jelas haji murtadlo menceritakan saat ia mendampingi tokoh Nahdlatul Ulama (NU).</p>
<p>Kemudian waktu demi waktu berjalan, gusdur pamit hendak kembali, namun pada saat itu ada kejadian yang bisa dibilang usil, sengaja.</p>
<p>Pasalnya dua sandal Gus Dur hilang, sontak saja santri pun mencarinya, namun yang diketemukan hanyalah satu sedang satunya lagi beberapa hari kemudian.</p>
<p>Saat para santri, termasuk pendamping gusdur mencari sandal, Haji Tatto Suwarto Pamuji kemudian datang.</p>
<p>Kemudian berbicara bahwa, ada apa? dan dijelaskanlah bahwa sandal milik gusdur hilang.</p>
<p>Pada saat itu, Tatto yang kini masih menjabat menjadi bupati menyarankan untuk memberikan sepasang sandal yang ia pakai untuk dipakai Almarhum Gusdur.</p>
<p>Menurut Haji Murtadlo, ada berkah terpilihnya Tatto saat itu lantaran telah memberikan sandalnya kepada gusdur.</p>
<p>Hal tersebut juga diperkuat dengan satu orang penemu sandal gusdur yang juga jadi Kadus (Kepala Dusun) Jenang, Majenang.</p>
<p>Dikisahkan, saat itu di Cilacap, bahwa Kadus juga ditentukan dari pilihan. Saat ada pencalonan kadus tersebut, seorang penemu sandal gus dur ingin mencalonkan diri namun takut tidak terpilih.</p>
<p>Mengetahui, bahwa si kadus adalah penemu salah satu sandal gusdur, lantas beberapa orang menyarankan untuk mencoba pakai sandal gusdur.</p>
<p>Anjuran tersebut pun ternyata benar-benar dijalankan, saat pemilihan kadus, si calon kadus pada saat itu memakai sandal gusdur meski kekecilan dan hanya satu. Namun, kata haji tado, orang tersebut pada akhirnya terpilih menjadi kadus.</p>
<p>Oleh sebab itu, Haji Murtadlo berujar terpilihnya tatto 2 periode, ada berkah dari sepasang sandal yang ia berikan kepada gusdur, ulama yang disegani dan juga dikagumi oleh warga NU (Nahdliyin).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Keberadaan Kuyang Benar Adanya Bukan Mitos</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-17294/keberadaan-kuyang-benar-adanya-bukan-mitos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2019 23:07:53 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Hantu]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-17294/keberadaan-kuyang-benar-adanya-bukan-mitos</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Hantu kepala atau Hantu Kuyang terkenal di Kalimantan Indonesia benar-benar ada bukan mitos.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Hantu kepala atau Hantu Kuyang terkenal di Kalimantan Indonesia benar-benar ada bukan mitos.</p>
<p>Hal tersebut diutarakan oleh beberapa warga asal Cilacap yang bersuamikan orang Kalimantan. Bahkan mereka ada yang pernah mengalaminya sendiri.</p>
<p><H2>Komentar Facebook Warga Cilacap yang menetap di Kalimantan</H2></p>
<p>Pengguna Facebook bernama Siti Masrohah menuliskan di kolom komentar, &#8220;Beneran min nng kalimantan. sng D goleti bocah2 bayi kro wong meteng, q pernah ngalami musim kuyang, wong lanang ora ulih turu kon jaga terus.&#8221; Tulisnya. (Beneran Min di Kalimantan, yang dicari anak-anak bayi sama orang hamil. Saya pernah mengalami musim kuyang, orang laki-laki tidak boleh tidur harus berjaga).</p>
<p>&#8220;Iya min, tpi musim2an ora tiap tahun. Agy aku menangi mbien lagi bulan syura, jrene ana sng go tumbal pesugihan trus ana sing go awet nom juga min,&#8221; Tambahnya. (Iya min, tapi musimanan tidak setiap tahun. Lagi saya ngalami dulu waktu bulan syura, katanya ada yang untuk tumbal pesugihan, terus ada yang untuk awet muda.).</p>
<p><H2>Komentar Facebook Warga Cilacap yang menetap di Kalimantan</H2></p>
<p>Pengguna Facebook lainnya dengan nama Sihsih Asieh juga berkomentar. &#8220;Nek nang klimantan anu bneran min ana,sing di goleti wong meteng nom,&#8221; Tulisnya. (Kalau di kalimantan beneran ada min, yang dicari orang hamil).</p>
<p>&#8220;Ťhøwø Blend gnh Iya,aku ws nglmi dewek, ndak wengi di inceri, nk wong lairan be glem merek. tnggaku klimntan gi lairan kuyange melbu umah,bjne sing ddi kuyang kue kn wong,&#8221; Imbuhnya. (Memang iya, aku sudah mengalaminya sendiri, setiap malam diincar. Kalau orang lahiran hantunya juga bisa mendekat. Tetangga saya di kalimantan sedang melahirkan, kuyangnya masuk ke dalam rumah. Katanya yang jadi kuyang itu kan orang).</p>
<p>Ia juga menjelaskan bahwa. &#8220;Jne nk kuyang kue wong golek kesugian, kecantikan awet nom jga. mntune nk arep mahrib, jne nk ana sing wani ngoleti ragane y bsa kedemek, kue wedine ring ri salak. mkane nk gi pda hamil muda pda ngleti ri salak di pasangi ring jendela. nk sore bediangan ro ngesogi uyah krosok,trune nang sejeron kumbung anti lemud,&#8221; Tulisnya lagi. (Sebenarnya kuyang itu orang cari pesugihan, kecantikan, awet muda. Keluarnya kalau mau maghrib, sebenernya kalau ada yang berani mencari raganya bisa ketangkap. Itu takutnya sama salak, makanya kalau ada yang hamil muda pada mencari salak di pasang di jendela. Kalau sore bakar-bakaran dan mencari garam batangan, tidurnya di dalam klambu anti nyamuk).</p>
<p><H2>Komentar Facebook Warga Cilacap yang menetap di Kalimantan</H2></p>
<p>Feny Findi, &#8220;Bener gue min aq wis ngalami jg aq jg wis meneng nang kalimantan,&#8221; Tulisnya. (Bener itu min, aku sudah mengalami juga, saya sudah menetap di kalimantan).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
