<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Nelayan &#8211; News Portal Trends</title>
	<atom:link href="https://news.cilacap.info/tag/nelayan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jan 2024 01:29:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/news/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Nelayan &#8211; News Portal Trends</title>
<link>https://news.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Breaking News Trend</description>
</image>
	<item>
		<title>Nelayan di Cilacap tetap Melaut Meski Gelombang Tinggi</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-29709/nelayan-di-cilacap-tetap-melaut-meski-gelombang-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2020 07:57:38 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-29709/nelayan-di-cilacap-tetap-melaut-meski-gelombang-tinggi</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Sebagian nelayan Cilacap nekat melaut meskipun sekarang sering terjadi gelombang tinggi di laut selatan Jawa Tengah karena telah memasuki puncak musim angin timuran, kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Cilacap Sarjono.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sebagian nelayan Cilacap nekat melaut meskipun sekarang sering terjadi gelombang tinggi di laut selatan Jawa Tengah karena telah memasuki puncak musim angin timuran, kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Cilacap Sarjono.</p>
<p>&#8220;Ya, banyak yang melaut terutama nelayan yang menggunakan kapal berukuran besar. Nelayan-nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil juga ada yang nekat melaut,&#8221; kata Sarjono di Cilacap, Selasa.</p>
<p>Menurut dia, hal itu dilakukan nelayan demi mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan keluarga yang turut terdampak pandemi COVID-19.</p>
<p>Akan tetapi, kata dia, hanya nelayan-nelayan yang memiliki banyak alat tangkap yang bisa melaut.</p>
<p>&#8220;Mau enggak mau, semua nelayan berangkat melaut, bagi yang mempunyai beberapa alat tangkap. Makanya kalau pemerintah meminta nelayan untuk menyesuaikan alat tangkap, ya masyarakat nelayan enggak bisa hidup karena yang dapat mencari ikan, menggunakan alat tangkap lain-lain,&#8221; katanya.</p>
<p>Kendati nekat melaut, Sarjono mengatakan hasil yang diperoleh nelayan tidak bisa maksimal karena belum semua jenis ikan dan udang muncul di laut selatan Jateng.</p>
<p>&#8220;Saat sekarang udang rebon sedang banyak dan harganya juga lumayan bagus, sekitar Rp25 ribu per kilogram. Ikan layur juga mulai muncul,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengharapkan berbagai jenis ikan dapat segera bermunculan di laut selatan Jateng sehingga bisa ditangkap oleh nelayan.</p>
<p>Ketua Rukun Nelayan Pandanarang, Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Tarmuji mengatakan sebagian besar nelayan Pandanarang tidak berangkat melaut.</p>
<p>&#8220;Tidak banyak nelayan Pandanarang yang melaut. Berangkatnya siang, sekitar pukul 14.00 WIB dan pulang pukul 19.00-20.00 WIB, dapat ikannya paling banter 5-10 ekor,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan tersebut tidak dijual melalui proses pelelangan, melainkan dijual secara langsung kepada pembeli.</p>
<p>Oleh karena itu, kata dia, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pandanarang dalam beberapa waktu terakhir tidak ada aktivitas lelang.</p>
<p>&#8220;Kalau di TPI Lengkong, TPI Tegalkatilayu, dan TPI Kemiren ada aktivitas lelang udang rebon,&#8221; katanya.</p>
<p>Analis cuaca Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendy Krisnawan mengatakan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan Jateng maupun Samudra Hindia selatan Jateng karena saat sekarang sedang memasuki puncak musim angin timuran.</p>
<p>Bahkan, kata dia, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Barat, Jateng, dan Yogyakarta pada tanggal 4-5 Agustus diprakirakan berkisar 2,5-4 meter atau masuk kategori tinggi, sedangkan di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar hingga Yogyakarta diprakirakan berkisar 4-6 meter atau masuk kategori sangat tinggi.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, kami mengimbau nelayan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi saat melaut,&#8221; katanya. (Antara)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Harga Lobster Terkini di Cilacap 200 Gram 200 Ribu</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-28908/harga-lobster-terkini-di-cilacap-200-gram-200-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2020 12:18:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Lobster]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-28908/harga-lobster-terkini-di-cilacap-200-gram-200-ribu</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Lobster, jenis udang yang mempunyai nama latin Nephropidae ini jika sudah masuk lestoran, akan menjadi makanan istimewa dan mewah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Lobster, jenis udang yang mempunyai nama latin Nephropidae ini jika sudah masuk lestoran, akan menjadi makanan istimewa dan mewah.</p>
<p>Di Cilacap sendiri harga Lobster per ekornya 200 ribu rupiah dengan berat 200 gram, sedangkan untuk yang agak kecilan, yakni 100 gram, harganya berkisar 120 ribu rupiah.</p>
<p>Menurut Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Teuku Iskandar, harga sedemikian itu adalah murah. Fenomena tersebut terjadi semenjak Pandemi Global Coronavirus melanda negeri ini, sehingga sektor perikanan pun terdampak.</p>
<p>Selain daripada itu, Lobster yang biasanya di ekspor ke luar negeri, kini jumlah ekspor tersebut berkurang. Tak hanya itu, Bahkan Jenis iklan lainnya juga mengalami penurunan, termasuk jenis udang jerbung.</p>
<p>Dirinya menambahkan, adapun Lobster yang diekspor ke luar negri adalah Lobster yang masih hidup bukannya yang telah mati.</p>
<p>Terpisah, Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pandanarang, Tarmuji mengatakan, bahwa bulan Agustus hingga Oktober adalah masa-masanya panen ikan. Namun demikian, harganya turun.</p>
<p>&#8220;Sejak 4 bulan terakhir harga berbagai jenis ikan menurun karena terdampak pandemi. Untuk Lobster permintaan dari luar negeri pun menurun. Oleh sebab itu kini kebanyakan ikan hasil dari nelayan hanya menyasar pakar lokal.&#8221; Katanya, dilansir Liputan6.com, Jum&#8217;at (17/07/2020).</p>
<p>Dia pun melanjutkan, untuk Bawal Putih tak mengalami penurunan permintaan, namun harganya turun dibanding sebelum adanya pandemi.</p>
<p>&#8220;Harga Bawal Putih berukuran 200 gram harganya 130 ribu rupiah, sedangkan 300 gram 160 ribu dan 400 gram 180 ribu. &#8220;Kalau yang berukuran lebih dari setengah kilo, harganya bisa lebih dari 200 ribu.&#8221; Katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Nelayan yang Hilang Asal Kebumen berhasil Ditemukan</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-28809/nelayan-yang-hilang-asal-kebumen-berhasil-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 19:25:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Kebumen]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-28809/nelayan-yang-hilang-asal-kebumen-berhasil-ditemukan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Setelah mencari selama dua hari, Tim Gabungan SAR akhirnya berhasil menemukan nelayan yang hilang. Namun sudah dalam kondisi mati.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Setelah mencari selama dua hari, Tim Gabungan SAR akhirnya berhasil menemukan nelayan yang hilang. Namun sudah dalam kondisi mati.</p>
<p>Sebelumnya pada hari Sabtu, 11 Juli 2020, dilaporkan bahwa ada beberapa nelayan yang tenggelam di perairan Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Bantuan Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan. Bahwa korban ditemukan pada hari Minggu (7/12/2020) pukul 20.25 Waktu Indonesia Barat oleh salah satu anggota SAR yang saat itu tengah melakukan penyisiran. Adapun posisi korban saat itu, dalam keadaan mengambang. Setelah ditemukan itu, korban langsung dievakuasi ke rumah duka.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya dilaporkan pada Senin (11/7) pukul 20.30 Waktu Indonesia Barat korban mulai kembali melaut, tetapi kapal yang mereka tumpangi diterjang ombak 1 (satu) berhasil menyelamatkan diri atas nama Pasimin dan 1 (satu) orang atas nama Yasikin hilang.&#8221; Terang Nyoman.</p>
<p>Korban hilang bernama Yasikin (30) Alamat Desa Srati RT 03 RW 03 Kabupaten Kebumen. Pencarian pada hari kedua kami dengan menggunakan sepeda motor trail dari tempat kejadian ke barat 2 Kilometer ke Cemara Sewu. Dan 2 Kilometer Timur ke Pantai Logending. Sedangkan pencarian laut kami menggunakan Perahu Jukung sejauh 3 mil ke arah Timur dan Barat dan pemantauan di sekitar tempat kejadian.</p>
<p>Hambatan pencarian hari kedua adalah gelombang tinggi dan area pencarian luas.</p>
<p>Setelah korban ditemukan, pihaknya menyatakan bahwa Operasi SAR, resmi ditutup dan semua elemen dikembalikan ke unit masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Nelayan Cilacap Temukan Perahu Tanpa Awak di Teluk Penyu</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-28020/nelayan-cilacap-temukan-perahu-tanpa-awak-di-teluk-penyu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 09:13:35 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-28020/nelayan-cilacap-temukan-perahu-tanpa-awak-di-teluk-penyu</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Nelayan Cilacap menemukan ada sebuah kapal tanpa awak di perairan teluk penyu yang merupakan perahu milik seorang nelayan bernama Karwan Betur (44).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Nelayan Cilacap menemukan ada sebuah kapal tanpa awak di perairan teluk penyu yang merupakan perahu milik seorang nelayan bernama Karwan Betur (44).</p>
<p>Mengetahui hal tersebut kemudian ia melaporkannya ke perangkat desa. Kemudian dilanjutkan oleh Babinsa Kelurahan Tegalkamulyan Sertu Isminanto ke KPP Cilacap.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, sejumlah personel disiagakan dengan dilengkapi peralatan untuk mencari nelayan pemilik kapal tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, nelayan yang menemukan kapal tanpa penumpang itu segera menepikan perahu tersebut. Menurut para nelayan, bahwa perahu tersebut adalah milik warga Grumbul Tapang Dengklok RT 01 RW 08, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan.</p>
<p>Menurut saksi, bahwa ada yang mengetahui kalau pemiliknya pergi melaut untuk mencari ikan pada Kamis (18/6), sekira pukul 04.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Dari laporan yang diterima melalui Babinsa Tegalkamulyan, bahwa nelayan saat itu menemukan sebuah perahu di perairan teluk penyu pukul 07.00 WIB. Namun perahu tersebut tidak berisikan penumpang, sehingga nelayan kemudian melaporkan perihal tersebut.&#8221; Terang I Nyoman Sidakarya.</p>
<p>Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa mendapat adanya kabar tersebut, pihaknya kemudian segera menyiagakan personel.</p>
<p>Terkait dengan informasi tersebut, Nyoman mengatakan pihaknya segera memberangkatkan satu regu Basarnas KPP Cilacap ke lokasi kejadian.</p>
<p>&#8220;Personel Basarnas yang diberangkatkan telah dilengkapi dengan perlengkapan. Antaranya &#8216;rescue car type 1&#8217;, dua set pakaian hazmat, satu unit &#8216;rigit inflatable boat 05&#8217;, peralatan SAR air, dan peralatan pendukung lainnya.&#8221; Tambahnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Awas Masih Ada Gelombang Tinggi 4 Meter di Pesisir Selatan Jawa Hingga 7 Juni 2020</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-308/awas-masih-ada-gelombang-tinggi-4-meter-di-pesisir-selatan-jawa-hingga-7-juni-2020</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2020 09:51:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-308/awas-masih-ada-gelombang-tinggi-4-meter-di-pesisir-selatan-jawa-hingga-7-juni-2020</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Potensi Gelombang Tinggi di perairan selatan jawa maju lagi, hingga 7 Juni 2020 pukul 19.00 WIB dari yang sebelumnya diinformasikan 1 &#8211; 4 Juni 2020.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Potensi Gelombang Tinggi di perairan selatan jawa maju lagi, hingga 7 Juni 2020 pukul 19.00 WIB dari yang sebelumnya diinformasikan 1 &#8211; 4 Juni 2020.</p>
<p>Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Tunggul Wulung menginformasikan adanya potensi gelombang tinggi 1,5 &#8211; 3,5 meter.</p>
<p>Dan hari ini, Kamis 4 Juni 2020, BMKG kembali menginformasikan potensi gelombang tinggi di pesisir atau perairan selatan jawa.</p>
<p>Adapun potensi gelombang tinggi yang hingga 3 hari kedepan sampai 7 Juni 2020 itu, berpotensi terjadinya gelombang tinggi, 1,5 &#8211; 4 Meter.</p>
<p>Potensi tinggi gelombang tinggi ini berpotensi terjadi disejumlah perairan di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar) dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Dari prakiraan, perairan yang terdampak gelombang tinggi di Jawa Barat yakni di Perairan Sukabumi &#8211; Cianjur, Garut, Pangandaran, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat.</p>
<p>Di Jawa Tengah, Perairan Cilacap, Kebumen &#8211; Purworejo, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah. Serta perairan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p>
<p>Kondisi ini, seperti dijelaskan Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Nurfaijin. Bahwa gelombang tinggi 1,5 &#8211; 4 meter ini juga dibarengi dengan kecepatan angin dari timur ke tenggara dengan kecepatan 4-20 knot.</p>
<p>&#8220;Kecepatan Angin dan tinggi gelombang sampai dengan 4 meter tergolong tinggi.&#8221; Kata dia.</p>
<p>Masih terangnya menjelaskan, adapun resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, maka ia mengimbau untuk memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.</p>
<p>Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m). Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).</p>
<p>Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m). Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).</p>
<p>&#8220;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.&#8221; Tegas Nurfaijin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Dihantam Ombak Tinggi, 2 Nelayan di Purworejo Tenggelam, Beruntung Lanal Sigap</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-25434/dihantam-ombak-tinggi-2-nelayan-di-purworejo-tenggelam-beruntung-lanal-sigap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2020 17:28:38 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Purworejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-25434/dihantam-ombak-tinggi-2-nelayan-di-purworejo-tenggelam-beruntung-lanal-sigap</guid>

					<description><![CDATA[PURWOREJO,  aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; di tengah badai virus corona, ada hal lain yang menghantui warga pesisir terutama yang mata pencahariannya sebagai nelayan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PURWOREJO, <a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; di tengah badai virus corona, ada hal lain yang menghantui warga pesisir terutama yang mata pencahariannya sebagai nelayan.</p>
<p>Meski di tengah badai corona, lantas keadaan ini tidak menyurutkan para nelayan untuk melaut. Sebab dari hasil berupa ikan yang ia jual lah bisa untuk memenuhi kebutuhan bagi keluarganya.</p>
<p>Terkait hal ini, bagi nelayan yang mereka takutkan adalah gelombang tinggi. Namun sebagian Nelayan lainnya tidak takut atau tidak mengetahui jika gelombang sedang dalam keadaan tinggi.</p>
<p>Baru baru ini peristiwa atau insiden laka laut terjadi di pesisir selatan jawa tengah, tepatnya di perairan Purworejo dan masuk Kecamatan Ngombol.</p>
<p>Dua nelayan yang menggunakan perahu tradisional diterjang ombak tinggi, dan hal itu menyebabkan perahu yang mereka naiki terbalik.</p>
<p>Namun 2 (dua) nelayan tersebut berhasil selamat, dan dalam hal ini juga peran serta dari Lanal purworejo yang dengan sigap menolong mereka.</p>
<p>Menurut keterangan Danposal Purworejo Pelda Bek Pujianto, kejadian tersebut terjadi pada hari Jum&#8217;at (18/4) kemarin.</p>
<p>&#8220;Saat kami datang ke lokasi kejadian laka laut, dua nelayan sudah dalam keadaan terapung di peraiaran. Melihat hal itu, kemudian personel Posal purworejo memberikan lift jacket, dan bersyukur kedua nelayan tersebut selamat.&#8221; Ucapnya.</p>
<p>Diketahui, berdasarkan analisis yang dihimpun dari Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap. Bahwa pada hari Jum&#8217;at 17 April 2020, sejumlah perairan di Pesisir Selatan terjadi gelombang tinggi 1,5 &#8211; 3,5 Meter.</p>
<p>Tak terkecuali pesisir selatan seperti perairan Kebumen dan Purworejo. Adapun angin melaju dari arah Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan 2 &#8211; 8 knot.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ketua DPC HNSI Cilacap, Imbau Nelayan Tak Melaut</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-21339/ketua-dpc-hnsi-cilacap-imbau-nelayan-tak-melaut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2020 15:13:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[HNSI Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-21339/ketua-dpc-hnsi-cilacap-imbau-nelayan-tak-melaut</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono mengimbau seluruh nelayan untuk tidak melaut. Pasalnya saat ini sedang berlangsung cuaca ekstrem dan dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko keselamatan. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono mengimbau seluruh nelayan untuk tidak melaut. Pasalnya saat ini sedang berlangsung cuaca ekstrem dan dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko keselamatan. </p>
<p>&#8220;Seiring dengan adanya cuaca ekstrem seperti sekarang ini. Nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil di bawah 30 GT (Gross Tonage) maupun kapal besar di atas 30 GT, kami imbau untuk tidak melaut dulu.&#8221; Kata Sarjono, Selasa (7/1) kemarin dilansir dari Antara.</p>
<p>Masih lanjut Sarjono, Sementara bagi nelayan yang sudah terlanjur berangkat melaut. Yaknk dengan menggunakan kapal besar, diimbau untuk mencari tempat berlindung dari ancaman gelombang tinggi maupun badai.</p>
<p>Dia mengakui jika hingga saat ini ada ratusan kapal nelayan asal Cilacap yang sudah terlanjur berangkat melaut untuk mencari ikan di laut lepas.</p>
<p>&#8220;Sebagian besar kapal-kapal itu mencari ikan di Samudra Hindia selatan Jawa, Samudra Hindia barat Sumatra, dan ada berapa di sekitar Kalimantan.&#8221; Jelasnya.</p>
<p>Menurut dia, nahkoda kapal-kapal tersebut saling berkomunikasi melalui pesawat radio. Hal ini guna menginformasikan kondisi cuaca di daerah tangkapan masing-masing.</p>
<p>Dengan demikian ketika terjadi cuaca buruk, kata dia. Nahkoda kapal yang berada di daerah itu akan segera mencari tempat berlindung untuk kapalnya sembari menginformasikan ke kapal lainnya agar tidak menuju wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Saat ini sebenarnya merupakan masa istirahat bagi nelayan karena sedang berlangsung musim angin barat. Sehingga sering terjadi gelombang tinggi secara tiba-tiba sehingga sangat berbahaya bagi kapal nelayan. Kondisi seperti ini biasanya berlangsung selama tiga hingga empat bulan.&#8221; Kata Sarjono.</p>
<p>Oleh karena itu, dia mengimbau nelayan untuk memanfaatkan waktu selama tidak melaut dengan memperbaiki alat tangkap maupun kapalnya. Hal itu agar siap digunakan ketika kondisi cuaca kembali bersahabat. (ANTARA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>1 Nelayan Ditemukan Meninggal di Pantai Welahan Cilacap</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-21044/1-nelayan-ditemukan-meninggal-di-pantai-welahan-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Dec 2019 07:54:09 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-21044/1-nelayan-ditemukan-meninggal-di-pantai-welahan-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; 1 nelayan ditemukan meninggal dunia di pantai Welahan masuk Kecamatan Adipala Kabupetan Cilacap Jawa Tengah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; 1 nelayan ditemukan meninggal dunia di pantai Welahan masuk Kecamatan Adipala Kabupetan Cilacap Jawa Tengah.</p>
<p>Korban tersebut adalah Takim (55) yang merupakan Nelayan asal Kemiren, Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan.</p>
<p>Menurut penjelasan dari Koordinator Basarnas POS SAR Kabupaten Cilacap, Mulwahyono, penemuan tersebut bermula dari adanya laporan dari nelayan dan warga masyarakat.</p>
<p>Masih lanjut Mulwahyono, bahwasanya sekira pukul 06.30 WIB pada Sabtu (28) pagi tadi, penemuan tersebut bermula dari adanya perahu di pinggir Pantai Welahan.</p>
<p>&#8220;Jadi saat ditemukan oleh warga yang sedang bermain di pantai welahan, ia melihat ada sebuah kapal nelayan. Namun ketika didekati tidak ada penumpangnya.&#8221; Kata Mulwahyono.</p>
<p>Atas penemuan itu, kemudian hal itu dilaporkan kepada pihak-pihak seperti Kepolisian dan juga TNI yang kemudian diteruskan kepada Basarnas Pos SAR Cilacap.</p>
<p>Mendapat adanya laporan tersebut, Basarnas kemudian memberangkatkan sejumlah tim dengan dilengkapi peralatan untuk menyisir di wilayah pantai welahan.</p>
<p>&#8220;Setelah dilakukan penyisiran, Tim SAR Gabungan menemukan jasad seorang pria mengapung sekira pukul 11.30 WIB siang tadi.&#8221; Imbuhnya.</p>
<p>Sedangkan perahu tersebut dikatahui ditumpangi oleh 2 orang nelayan, yakni Takim dan satu lagi Eka (25).</p>
<p>Namun, yang berhasil ditemukan adalah Takim dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Korban saat ini telah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Adipala untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian setelah itu akan diantarkan ke rumah duka.&#8221; Ucap Mul.</p>
<p>Mulwahyono juga mengatakan bahwa, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian salah satu nelayan lagi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Dihantam Ombak dan Tabrak Karang, 4 Nelayan Cilacap Selamat</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-20221/dihantam-ombak-dan-tabrak-karang-4-nelayan-cilacap-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2019 10:28:31 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Basarnas Pos Sar Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-20221/dihantam-ombak-dan-tabrak-karang-4-nelayan-cilacap-selamat</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; 4 orang nelayan tenggelam saat mencari lobster di perairan Kali Empat Nusakambangan usai kapalnya dihantam ombak dan tabrak karang. Kejadian ini terjadi pada Senin 2 Desember 2019 sekira pukul 06.00 pagi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; 4 orang nelayan tenggelam saat mencari lobster di perairan Kali Empat Nusakambangan usai kapalnya dihantam ombak dan tabrak karang. Kejadian ini terjadi pada Senin 2 Desember 2019 sekira pukul 06.00 pagi.</p>
<p>Saat itu mereka ber empat yang merupakan warga Sentolo Kawat RT 03 RW 01, Kecamatan Cilacap Selatan pergi melaut. Namun di perairan Kali Empat NUSAKAMBANGAN perahu yang mereka gunakan untuk melaut dihantam ombak.</p>
<p>&#8220;Perahu yang mereka tumpangi ini dihantam ombak, lalu kemudian menghantam batu karang dan bocor. Hal ini mengakibatkan perahu beserta ke empat nelayan tenggelam.&#8221; Kata Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono.</p>
<p>Namun, masih lanjut Mulwahyono, mereka ber-empat berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke karang-karang.</p>
<p>&#8220;Tim SAR, ketika dihubungi bahwa ada nelayan yang menyelamatkan diri di karang di perairan Kali Empat NUSAKAMBANGAN kemudian menurunkan tim. Dengan dilengkapi peralatan, Tim SAR menuju lokasi dengan menggunakan perahu jukung atau katir dan Rigid Inflatable Boat(RIB).&#8221; Terang Mul.</p>
<p>Sesampainya di lokasi yang diinformasikan, Tim SAR kemudian melakukan evakuasi. &#8220;Mereka ber-empat yang bernama Angga (18), Andri (20), Pepi (35) dan Agus (40). Selanjutnya dibawa ke RSUD, yakni guna dilakukan pemeriksaan kesehatan.&#8221; Ucap Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap.</p>
<p>Sedangkan informasi dari Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Gelombang tinggi pada hari ini (Senin, 2) dimulai dari pukul 00 &#8211; 12.00 WIB. Yaitu tinggi gelombang di perairan selatan cilacap mecapai 1,0 &#8211; 2,0 meter dengan kecepatan angin 4 &#8211; 15 Knots.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>1 Nelayan yang Hilang, Satimin Berhasil Ditemukan</title>
		<link>https://news.cilacap.info/ci-19820/1-nelayan-yang-hilang-satimin-berhasil-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2019 14:06:31 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adipala]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.cilacap.info/ci-19820/1-nelayan-yang-hilang-satimin-berhasil-ditemukan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO &#8211; Satimin satu dari ketiga korban tenggelam di Pantai Bunton, Adipala berhasil ditemukan oleh tim SAR Gabungan. Sabtu (23) sekira pukul 14.30 WIB.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://news.cilacap.info" aria-label="News Portal Trends">CILACAP.INFO</a> &#8211; Satimin satu dari ketiga korban tenggelam di Pantai Bunton, Adipala berhasil ditemukan oleh tim SAR Gabungan. Sabtu (23) sekira pukul 14.30 WIB.</p>
<p>Korban ditemukan berjarak 200 meter dari TKP perahu yang mereka tumpangi terbalik yang diduga karena dihantam gelombang tinggi.</p>
<p>Perahu yang ditumpangi ke-tiga nelayan itu diketahui sekira pukul 19.00 WIB pada Jum&#8217;at (22) kemarin.</p>
<p>Saat ditemukan, Nelayan setempat yang biasa melaut di perairan bunton melihat ada perahu mengapung, namun ketika didekati, tak ada penumpangnya. Atas kejadian itu, nelayan kemudian melaporkan kejadian itu.</p>
<p>Tim Sar Gabungan di antaranya Basarnas Pos SAR Cilacap, Koramil Adipala, Polsek Adipala, Satuan Polisi Perairan Polres Cilacap, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap ikut mencari korban.</p>
<p>Satimin adalah korban terakhir yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, setelah 2 rekannya yaitu Solihin dan Tukimin ditemukan terlebih dahulu. Mereka ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.</p>
<p>Satimin yang merupakan warga Jalan Lunjar, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan.</p>
<p>Dan ketiga nelayan korban perahu tenggelam itu telah diantarkan ke rumah duka dan telah dikebumikan.</p>
<p>Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono menjelaskan. Bahwasanya korban terakhir yang ditemukan tersebut mengapung di atas air laut di antara gulungan ombak pantai.</p>
<p>&#8220;Tim telah berhasil menemukan korban terakhir bernama satimin sekira 200 meter arah timur dari TKP. Maka pencarian ini kami nyatakan telah selesai dan berakhir.&#8221; Kata dia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
