Bintang Dwi Cahyono, Camat Majenang, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, pasalnya kegiatan ini sangat membantu semua masyarakat. Selain itu juga dirinya berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat, yang bersinergi dalam acara tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang menginisiasi dan menyukseskan program baik ini. Pemerintah merupakan pemersatu semua elemen masyarakat dan hal tersebut yang mendasari kami menyambut, dan merasa perlu menfasilitasi tempat kegiatan berlangsung.” Ungkap Bintang dalam sambutannya.
Sedangkan H. Nur Eko Hadi Sucipto, selaku Dokter RSUD Majenang mengatakan, “kegiatan ini sangat membantu warga yang belum mampu membiayai anaknya untuk sepit/sunat. berharap kegiatan positif ini bisa berkelanjutan dan semakin banyak.” Ujarnya ketika diwawancarai dalam acara tersebut.
Pembina Gusdurian Majenang, KH Agus Salim, Salah satu Ulama Majenang dalam tausiyahnya mengatakan khitanan dikenal sebagai proses adat pembersihan diri sebelum beranjak dewasa.
Masyarakat terdahulu menjaga budaya dan menganggap proses ini salah satu menjalankan ibadah. Pasalnya, tujuan khitan (sunat). selain mengikuti sunnah Rasulullah dan Nabi Ibrahim, juga karena menghindari adanya najis pada anggota badan saat shalat. Karena, tidak sah shalat seseorang apabila ada najis yang melekat pada badannya.
Dengan khitan, maka najis kencing yang melihat di sekitar kulfa (kulub) akan jauh lebih mudah dihilangkan bersamaan dengan saat seseorang membasuh kemaluannya setelah buang air kecil.
Sementara itu, dr. Yani Amaroh, salah satu fasilitator kesehatan keiatan bakti sosial 2019 menjelaskan bahwa khitan adalah kunci mencegah problem terkait dengan penyakit penis. ” Terkadang, kulit muka penis yang tidak dikhitan akan lengket yang sulit dipisah. Dan ini dapat berakibat radang pada kepala penis”. Ungkapnya.
Manfaat khitan bagi kesehatan, di antaranya mengurangi resiko infeksi yang berasal dari transmisi berhubungan intim, mencegah kanker penis (penile cancer), kanker penis tergolong jarang terjadi, apalagi pada penis yang disunat.
Di samping itu, kanker leher rahim (cervical cancer) lebih jarang terjadi pada wanita yang bersuamikan pria yang dikhitan. “Lebih higienis (sehat) karena lebih mudah membersihkan kemaluan dari pada yang tidak sunat”. Akunya.
Tampilkan Semua
