KH Imam Jazuli: Menghadapi HTI dan Khilafah bukan tugas Politis tapi Tanggungjawab Pendidikan Sosial

cilacap info featured
cilacap info featured

Sepintas memandang kombinasi larangan hukum atas HTI dan perlawanan kultural akademisi merupakan duet yang memadai. Publik yang mau pembenaran hukum dan legitimasi ilmiah agar terbebas dari pengaruh ideologi HTI sudah terfasilitasi. Namun, sekali lagi, tubuh yang ‘dicacati’ bukan alasan ruh di dalamnya menjadi mati. Inilah alasan gurita HTI sulit di atasi.

Ken Ward (2009) menulis artikel non-violent extremists? Hizbut Tahrir Indonesia. HTI menolak terang-terangan dirinya dituduh gerakan ekstremis-fundamental, namun gerakan mereka tidak mencerminiannya. Standard ganda ini adalah pola yang terus-menerus berulang dalam rangka rekrutmen anggota. Indoktrinasi menjadi pola umum mereka. Pendidikan dan kajian ilmiah jalurnya. Lantas, bisakah dicegah?

Penulis rasa, menghadapi bahaya laten HTI dan ideologi khilafah bukan semata tugas politis, melainkan tanggung jawab pendidikan, sosial, dan budaya. Secara politik, Negara Indonesia melarang ideologi komunisme, tetapi memihak demokrasi, yang kadang praktiknya cenderung liberal. Sedang ide khilafah dari HTI sama-sama menentang komunisme maupun demokrasi. di level ini saja sudah problematis, karena HTI sejalan dengan negara dalam memusuhi komunisme-leninisme-marxisme.

Secara hukum negara memang perkasa dengan membubarkan organisasi HTI. Namun, secara ideologi bermasalah, hal itu bisa dilihat dari cara HTI mengkritik pemerintah dengan cara menunggangi nalar-nalar epistemologis komunisme. Ketika negara mulai cenderung menunjukkan kecondongan pada praktik liberalisme-kapitalistik, ruang tembak bagi HTI terbuka lebar. Dan itu sangat efektif mempengaruhi nalar calon anggota baru mereka.

Cacat nalar hukum di negara ini adalah ketidakjeliannya membedakan satu ideologi dari ideologi lainnya, dan sikap politis yang dipilih. Melarang komunisme dan mengambil demokrasi seperti pedang bermata dua. Karenanya, aksi-aksi massa belakangan ini dimotori oleh ketidakpuasan publik atas negara yang cenderung kapitalistik. Dan negara tidak sadar bahwa itulah spirit nalar komunisme-sosialis.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait