Tagar Indonesia Tanpa Pacaran Sedang Ramai di Twitter, Begini Hukumya

oleh

CILACAP.INFO – Tagar Indonesia Tanpa Pacaran sedang ramai di twitter, bolehkah pacaran dalam islam, begini hukumnya?.

Seorang wanita atau pria yang menuju baligh (dewasa) di dalam islam dan saling menyukai, dianjurkan untuk segera menikah.

Hal tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya pacaran dapat menimbulkan berbagai hal negatif. Adapun jika mereka belum mampu untuk menikah, maka dianjurkan untuk berpuasa. Puasa ini bertujuan untuk memerangi hawa nafsu.

Pacaran seperti diterangkan dalam hadits, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ، قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَقُولُ: «لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ، وَلَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَم

“Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhramnya.”(HR. Muslim)

Di dalam Al Qur’an juga terdapat mengenai hal ini, yakni pada surat al-Isra’ ayat 32, Bahwa Allah SWT Berfirman:

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Seorang muslim tidak dianjurkan berpacaran, namun dianjurkan untuk Berkhitbah yang dimulai dari pendekataan atau disebut dengan Ta’aruf sebelum melangsungkan pernikahan (walimah).

Hadits Berkaitan Larangan Pacaran dan Anjuran Menikah

Adapun hadits – hadits yang menjelaskan tentang khitbah ini seperti yang dirawayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwasanya Rasalullah bersanbada:

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ * (رواه مسلم)