PMI Hong Kong asal Cilacap Layangkan Surat Terbuka pada Ivan Gunawan Karena Rendahkan PRT

PMI Hongkong asal Cilacap sayangkan Pernyataan Ivan Gunawan
PMI Hongkong asal Cilacap sayangkan Pernyataan Ivan Gunawan

Saya begitu shock ketika melihat tayangan yang memiliki durasi memang tak panjang itu, tetapi cukup menohok rasa kemanusiaan juga rasa “kesantunan”.

Begini Kakak, tak ada satupun manusia dibelahan bumi ini yang menginginkan dan memiliki cita cita untuk menjadi pembantu. Tidak ada Kak. Tapi takdir yang kemudian menjadikan kami bekerja sebagai seorang pembantu, jenis pekerjaan yang menurut sebagian besar masyarakat kita adalah pekerjaan rendah, hina, nista dan pekerjaan kaum sudra.

Tapi pernahkah Kakak pahami, bahwa pekerjaan pembantu ini memiliki kontribusi yang luar biasa dalam setiap sendi kehidupan, termasuk dalam kehidupan Kakak.

Disaat Kakak memiliki begitu banyak kesibukan, tanpa pembantu maka Kakak tak akan sanggup dan bisa menyelesaikan semua aktivitas Kakak sehingga Kakak bisa menjadi artis yang perfeksionis seperti saat ini.

Mungkin perlu diluruskan, pembantu juga bukan saja hanya di klaim sebagai pekerjaan kotor dan kasar, tapi siapapun orang yang bekerja pada orang lain atau perusahaan atau instansi, mereka juga disebut sebagai pembantu.

Bahkan Presiden kita, Bapak H. Ir. Joko Widodo dan segenap jajaran Kabinet juga adalah pembantu…Beliau semua adalah Pembantu bagi Rakyat Indonesia, karena majikan beliau semua adalah seluruh Warga Negara Indonesia.

Kakak tentu juga belum lupa bahwa Mantan Menteri Tenaga Kerja kita, Bapak Muhamad Hanif Dzakiri, beliau juga adalah putra dari seorang TKI (pembantu).

Kakak Igun yang baik, pernahkah Kakak mencoba sedikit saja memahami bahwa Pembantu terkhusus Pembantu di Luar Negeri, Kami pun dituntut untuk memiliki skill dan IQ yang bukan kategori IQ rendah Kak, karena persyaratan untuk menjadi pembantu di luar negeri sangatlah tidak mudah.

Jangan rendahkan kami karena kami pun tak pernah meminta atau merepotkan siapapun.
Perlu Kakak tahu, Remittance yang kami lakukan adalah sumber devisa terbesar kedua setelah migas, yang dialokasikan oleh pemerintah untuk pembangunan di dalam negeri yang sebenarnya kami pun tak pernah menikmatinya dan karenanya kami mendapat gelar Pahlawan Devisa (meski kami tak butuh gelar apapun).

Kami pun adalah wajib pajak yang taat Kak, dimana sumber pajak dari kami juga kami percayakan pada negara untuk mengelolanya demi kemaslahatan saudara saudara kami di tanah air.

Saya paham, apa yang Kakak lakukan adalah bentuk simpati dan empati pada Sahabat baik Kakak yang saat ini sedang mengalami perundungan. Tapi akan menjadi bumerang manakala Kakak pun kemudian melakukan hal yang sama. Lantas apa bedanya Kakak dengan pelaku perundungan tersebut?

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait