H. Sarif Abdillah : New Normal, Moralitas Baru, Perlu Tata Sikap bersama Hadapi Covid-19

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah Silaturrahmi ke Ponpes Cigaru Majenang
Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah Silaturrahmi ke Ponpes Cigaru Majenang

“Barangkali inilah apa yang diutarakan shalafuna sholih! al insanu ibnu zaman.” Lanjutnya.

“Moralitas baru ialah Sikap yang mampu beradaptasi dengan hal atau kebiasaan baru, pemberlakuan PSBB secara massif juga ini peradaban baru, maka perlu tatasikap bersama berupa sinergitas semua kalangan.” Tambahnya.

“Ketaatan bersama dalam membangun kesadaran masyarakat secara partisipatif, gotong royong, proses belajar masyarakat memahami perubahan sekaligus kemampuan menjaga dan mengembangkan sikap bekerja sama dengan semua kalangan dalam menghadapi wabah Covid-19.” Terangnya.

Sementara itu, Saiful Musta’in, dalam penyambutannya, yang didaulat mewakili tim sakti (sahabat kiai dan Santri) menyatakan, “Kehadiran beliau, H. Sarif Abdillah ini menguatkan keyakinan kita semua bahwa Normalitas baru, butuh moralitas baru. dan moralitas baru butuh tatasikap saling asah, asih, asuh pada semua, pada sesama”, tegas wakil ketua DPRD Kabupaten Cilacap, yang juga tokoh muda NU Cilacap.

Seperti diketahui, lockdown dan pemberlakuan PSBB oleh Pemkab Cilacap, hal tersebut menuntut semua pihak dapat taat mematuhi dan menerapkannya guna mencegah dampak krisis virus corona makin meluas.

Di samping silaturahmi kunjungan dalam rangka solidaritas kemanusiaan pada kiai santri PP Cigaru, Majenang, Selaku Ketua Praksi PKB Provinsi Jawa Tengah, di awal januari lalu, telah meminta kepada pemerintah pusat untuk menjadikan pondok pesantren sebagai salah satu sasaran prioritas vaksinasi Covid-19.

Menurut Sarif, vaksinasi corona untuk pondok pesantren ini sangat mendesak dan harus menjadi salah satu prioritas untuk diberikan.

Karena di samping itu, menurutnya GeNose, alat deteksi dini bagi kaum sarungan itu penting sebab sejauh ini pondok pesantren di tengah pandemi ini aktif melakukan proses belajar mengajar dan rentan terpapar virus corona.

“Ada ribuan Pondok Pesantren di Jawa Tengah yang saat ini masih melakukan proses belajar mengajar, mereka kelompok masyarakat yang rentan terpapar Covid 19.” Katanya.

“Adanya deteksi dini (GeSone) bagi mereka, isolasi mandiri, asupan gizi yang cukup, sampai betul sehat kembali. Nah, yang ada gejala baru ke rumah sakit covid.” katanya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng ini menambahkan, sejauh ini kontribusi Pesantren untuk negara ini sangat banyak.

“Pesantren juga telah terbukti nyata sebagai salah satu aset bangsa yang mempunyai peran sangat vital dalam upaya pembangunan mental spiritual generasi bangsa,” tambah Legislator PKB dapil Cilacap dan Banyumas ini.

Dia menambahkan, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait