Guntur Romli: Pesantren Herry Wirawan bukan Syiah dan tidak Bisa Disebut Salafiyah ala NU

Politikus PSI Mohamad Guntur Romli
Politikus PSI Mohamad Guntur Romli (istimewa)

CILACAP.INFO – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengatakan bahwa apa yang dilakukan Herry Wirawan adalah “Milkul Yamin”: Yakni Perbudakan Seksual ala ISIS.

Dia juga menyampaikan kalau dirinya Bukannya mengutuk perbuatan bejat Herry Wirawan, akan tetapi kelompok-kelompok radikal malah membuat fitnah: Herry Wirawan dituduh syiah.

“Tujuan kelompok radikal ini adalah perpecahan antar kelompok dengan memanfaatkan kemarahan publik terhadap Herry Wirawan. “Syiah” dijadikan sebagai kambing hitam untuk menutupi kejahatan internal yang kelam.” Tulis Guntur Romli dikutip NEWS PORTAL TRENDS, 11 Desember 2021.

Menurutnya, Herry Wirawan adalah Ketua Pengurus Nasional Forum Komunikasi Pendidikan Kesetaraan Pesantren Salafiyah (FK-PKPS) organisasi “jadi-jadian” yang diduga kuat sebagai wadah permainan proyek, penerimaan hibah, bansos dan sumbangan.

“Istilah “Pesantren” dipakai untuk mengetuk keuntungan ekonomi semata. Dalam hal ini, saya kira, Herry Wirawan tidak bekerja sendirian, pastinya dia memiliki jaringan, maka, Pemerintah dan Penegak Hukum sudah wajib membongkar jaringan ini!” tambah Gunromli.

Adapun kata “Salafiyah” tidak pernah digunakan oleh syiah. “Salafiyah” dan “Salafi” adalah istilah khas di kalangan Sunni. Artinya mengaitkan Herry Wirawan dengan syiah jelas mengada-ada, alias hoax bin bohong tujuannya fitnah.

Seperti halnya Farid Okbah yang sangat anti syiah, tapi setelah ditangkap oleh Densus 88 tiba-tiba didesas-desuskan sebagai syiah.

Kata “Salafiyah” juga digunakan kalangan NU dengan menyebut “pesantren salaf/salafiyah” yang artinya pendidikan dengan tata cara klasik, menggunakan kitab-kitab kuning, tidak menggunakan kurikulum modern, tidak ada bangku/kelas, dengan model sorogan dll.

“Tapi ‘pesantren’ Herry Wirawan tidak bisa disebut “salafiyah” ala NU, karena Herry Wirawan bukan alumnus pesantren NU, tidak ada kitab-kitab kuning yang diajarkan, dan FK-PKPS yang diketuainya merupakan kumpulan “pesantren” non-NU.” Katanya.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version