Gedung Zawiyah Thoriqoh Attijaniyah Syifaaul Qulub Majenang Diresmikan

oleh

CILACAP.INFO – Gedung Zawiyah Thoriqoh Attijaniyah Syifaaul Qulub diresmikan di Majenang pada Minggu (28/6/2020) dengan dihadiri Syaikh Abuya Soleh Muhammad Basalamah Brebes.

Dalam acara tersebut, juga dihadiri segenap kiai baik dari wilayah Cilacap maupun dari Jawa Barat. Antaranya Kiai Zein Cipari, KH Umar Husni, KH Oman Majalengka.

Serta dihadiri oleh KH Mashud Hasbulloh (ponpes Miftahul Anwar, cigaru wetan) Wakil Rois Syuriah PCNU kab cilacap, KH Mazin Al Hazr (ponpes Miftahul Huda, cigaru kulon) Khotib Syuriah MWCNU majenang, KH. Agus Salim (ponpes As Sa’idiyyah, babakan cibeunying) Muhtasyar PCNU kab cilacap, Muhamad Saekhudin (Imam masjid Baetul Mukminin Pahonjean Majenang).

Sebagaimana dikatakan Haji Awan Ukaya yang merupakan pengelola dan pimpinan De Nature Indonesia, bahwa Peresmian gedung yang digunakan sebagai majelis zikr tersebut sebetulnya telah rampung, namun saat itu tengah terjadi wabah pandemi Covid-19 tepatnya pada Februari 2020. Sehingga peresmian gedung tersebut harus mundur, dan seusai maklumat kapolri terkait dicabutnya larangan berkerumun, satu hari kemudian tepat pada 28 Juni 2020, Gedung Zawiyah Thoriqoh Attijaniyah baru diresmikan.

Adapun Awan Ukaya menyampaikan sebagaimana yang telah disampaikan oleh Abuya Soleh Muhammad Basalamah, bahwa tujuan dari thoriqoh sesungguhnya menjaga syari’at.

“Dengan ini dan dengan adanya gedung ini di Majenang dengan jamaahnya banyak dari kalangan anak-anak muda, maka akan menjaga amaliah ahlus sunnah wal jamaah, yang juga akan diteruskan pada anak cucu kelak.” Ucap Haji Awan Ukaya, sebagaimana yang dikatakan Syaikh Soleh Muhammad Basalamah.

Ia juga menyampaikan, bahwa gedung tersebut nantinya selain digunakan untuk Bai’at dan Zikr, rencananya akan dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan, keilmuan lainnya. “Semoga dengan adanya gedung ini bermanfaat dan dapat menyambung amaliyah ahlus sunnah wal jama’ah kepada anak cucu (generasi penerus). Sehingga akan mendatangkan maslahat.” Pungkasnya (*)