CILACAP.INFO – PT Pertamina (Persero) mengembangkan Kampung Iklim “Mernek Jenek” di Desa Mernek, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hal itu sebagai bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Yaitu melalui program pemberdayaan lingkungan dan masyarakat berkesinambungan.
“Ini sebenarnya adalah konsep yang terintegrasi yang telah kita susun bersama dengan Pak Kades (Kepala Desa Mernek Bustanul Arifin). Serta pemerintah daerah setempat yang kita sebut sebagai Kampung Iklim.” kata IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Iin Febrian usai meresmikan Kampung Iklim “Mernek Jenek” di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap, Kamis (17).
Ia mengatakan bahwa esensi dari Kampung Iklim adalah membangun desa mandiri dalam empat pilar yang meliputi. Antaranya ekonomi, pertanian, peternakan, dan perikanan, keamanan dan kondusifitas. Serta mewujudkan desa lestari yang berwawasan lingkungan hidup.
“Kita telah menganggarkan dan kita berharap anggaran yang telah kita siapkan itu dapat efektif penggunaannya di lapangan. Oleh karenanya, ini adalah kolaborasi dengan pemerintah daerah sampai ke level desa.” katanya.
Anggaran sebesar 200 Juta
Saat ditanya mengenai anggaran program, dia mengatakan bahwa perusahaan menyiapkan anggaran berkelanjutan. Yakni untuk program itu dan pada tahap pertama memberikan dana sekitar Rp. 200 juta.
“Memang tantangan kita adalah menjaga konsistensi dan kesinambungannya. Sehingga efektivitasnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.” katanya.
Mengenai program lingkungan hidup yang akan dilaksanakan melalui Kampung Iklim, Iin mengatakan. Salah satunya terkait dengan pengendalian sampah plastik, yang ternyata mendapat sambutan luar biasa dari warga Desa Mernek.
Ia mengatakan, perusahaan akan mendukung pengendalian sampah plastik dari hulu hingga pengolahan dan pemasaran produk daur ulang.
“Nanti Pertamina akan men- sebagai pembeli produk-produk olahan tersebut. Itu salah satunya.” kata dia menjelaskan.
Kepala Desa Mernek Bustanul Arifin mengatakan istilah “Mernek Jenek”. Yaitu mengandung maksud atau harapan agar warga Desa Mernek tetap betah di tempat tinggalnya. Serta tidak berpindah tempat ke kota lain untuk mencari pekerjaan.
Menurut dia, program tersebut bermula dari banyaknya warga Desa Mernek yang pindah ke kota-kota besar.
“Fokus dari program ini salah satunya menitikberatkan pada penciptaan lapangan pekerjaan, kemandirian. Serta berfokus pada lingkungan di wilayah desanya dan tentu saja dengan Empat Pilar ‘Mernek Jenek’.” katanya.
“Kebetulan kami punya warga yang bisa membikin benih sendiri dan membikin pupuk organik sendiri. Itu yang sudah maksimal dan nanti akan kita kembangkan.” ia menambahkan.
Tampilkan Semua
