Sosok Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari Seharusnya menjadi contoh bagi Pemuda Muhammadiyah

cilacap info featured
cilacap info featured

CILACAP.INFO – Fenemona penolakan Milad NU di Jogja mengingatkanku akan sebuah kisah, Kisah sang Maha Guru dengan keluasan ilmu nan lembut, Hadratus Syaikh Kiai Haji Hasyim Asy’ari.

Dahulu kala datanglah seorang santri kepada Mbah Hasyim, kemudian santri tersebut bercerita bahwa di jogja ada pendakwah yang menurut keterangannya membawa ajaran baru.

Sosok yang disebutkan si santri itu baru saja datang dari negeri arab. Mbah Hasyim kemudian menanyakan kepada si santri ciri-ciri pendakwah tersebut, dan ketika dijelaskan beserta namanya adalah “Ahmad Dahlan”

Mbah Hasyim ketika disampaikan nama pendakwah tersebut, beliau teramat senang, beliau lantas mengatakan kepada si santri kalau sosok yang dimaksud tersebut adalah Muhammad Darwis.

“Muhammad Darwis adalah sahabat seperguruan ketika di Makkah.” Ucap Mbah Hasyim.

Tak sampai disitu, Mbah Hasyim juga berkata seraya memerintahkan si santri untuk mendukungnya (mendukung kiai haji Ahmad Dahlan).

Santri itu pun manut sang guru, Bahkan santri itu pergi menemui sosok yang sempat ia curigai sebagai penyebar ajaran baru.

Kemudian santri itu ternyata menjadi salah satu tokoh di Muhammadiyah.

Mengingat cerita di atas, lalu bagaimana dengan sosok pemuda Muhammadiyah jogja yang notabene sebagai ketua Pemuda ormas islam tersebut.

Jika mendengar hal ini, tentunya ini bisa menjadi contoh yang tidak hanya untuk pemuda Nahdlatul Ulama seperti Ansor maupun Banser tapi juga Kokam dan Pemuda Muhammadiyah.

Kami terus terang sangat terkejut atas sikap penolakan harlah NU di sebuah Masjid yang ada di Jogja, hingga sampai berdemo dengan membawa spanduk.

Apakah acara harlah NU tersebut adalah bid’ah bagi kalian wahai pemuda Muhammadiyah, sehingga masjid tersebut tak ingin dipakai orang NU.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version