“Tergantung berapa target dari perusahaan dalam satu hari untuk memvaksin ayam. Kalau jarak dari kandang ke kandang peternak lainnya berjauhan maka bisa targetnya tertunda. Namun biasanya pasti tertarget karena perusahaan tahu jarak dan target yang harus diperoleh.” Terang salah seorang vaksinator asal Ciamis.
Ia juga mengungkapkan Bahkan pernah menyuntikan ayam yang dimiliki 1 orang dengan jumlah 10.000 ekor ayam di pangandaran. “Di Cigugur Ciguha Pangandaran malah kami menyuntikan ayam dalam 1 kandang hingga puluhan ribu.” Katanya.
Menurutnya meski jumlahnya puluhan ribu, namun kandang itu satu tempat sehingga tidak memakan waktu perjalanan lagi. Tapi hanya waktu yang ditempuhnya saja dari Ciamis ke Pangandaran yang butuh waktu.
“Kalau satu kandang atau dua kandang berdampingan meski jumlahnya puluhan ribu, ini malah kami senang. Soalnya tidak perlu menempuh perjalanan ke peternak lainnya, belum lagi mempersiapkan membuat sekat.” Katanya.
Para tukang vaksin itu mengatakan, bahwa setiap harinya kalau ia memvaksin, memang selalu ada yang mati karena terkena suntikan, namun jumlahnya tidak sampai 5 ekor. Ia mengungkapkan kematian ayam itu karena salah suntik, bisa karena melewati daging dan juga terkena leher atau tulang.
“Setiap kita vaksin selalu ada yang mati, namun jumlahnya tidak melebihi 5 ekor. Matinya karena salah suntik, terlalu ke dalam karena yang disuntikan itu adalah di luar daging dalam kulit.” Jelasnya.
Tampilkan Semua
