Kemarau Tahun ini Diprediksi hingga September

oleh

CILACAP.INFO – Musim kemarau di wilayah Jawa Tengah bagian selatan khususnya Kabupaten Cilacap dan Banyumas diprakirakan akan berlangsung hingga September, kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

“Saat ini wilayah Cilacap dan Banyumas sudah memasuki musim kemarau. Tanda-tandanya bisa diamati oleh orang awam, antara lain angin sudah dominan bertiup dari arah timuran, hujan sudah mulai jarang, suhu udara pada malam dan pagi hari sudah terasa dingin, sudah muncul kabut di pagi hari, serta cuaca cenderung cerah dan menyengat karena sinar matahari langsung menyinari bumi tanpa terhalang awan,” kata Teguh di Cilacap, Rabu.

Menurut dia, kondisi tersebut akan terus berlangsung dan pada bulan Agustus diprakirakan akan memasuki puncak musim kemarau.

Ia mengatakan berdasarkan rilis yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, curah hujan pada Agustus di wilayah Jateng selatan khususnya Cilacap dan Banyumas diprakirakan rendah, yakni berkisar 21-100 milimeter per bulan.

“Hal itu merupakan prakiraan hujan terendah dari bulan sebelum dan setelahnya, sehingga bulan Agustus dikatakan sebagai puncak musim kemarau,” jelasnya.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan beberapa hal yang perlu diwaspadai saat musim kemarau adalah bahaya kekeringan yang dampaknya bisa berimbas ke kurangnya air bersih dan terjadinya kebakaran hutan.

Oleh karena itu, kata dia, daerah-daerah yang rawan kekeringan di wilayah Cilacap dan Banyumas perlu dilakukan antisipasi terutama terhadap pasokan air bersih yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Menurut dia, hal itu disebabkan musim kemarau di wilayah Cilacap dan Banyumas diprakirakan akan berlangsung hingga bulan September dan pada bulan Oktober diprakirakan memasuki awal musim hujan.

“Berdasarkan rilis prakiraan hujan tiga bulanan yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, curah hujan di wilayah Cilacap dan Banyumas pada Agustus diprakirakan masuk kategori rendah yang berkisar 21-100 milimeter, September masuk kategori rendah hingga menengah yang berkisar 51-151 milimeter, dan Oktober diprakirakan masuk kategori menengah yang berkisar 201-300 milimeter,” katanya.